Jam Diatur, Wisatawan ke Destinasi Banyuwangi Tertolak Otomatis Jika Kuota Penuh

0
30
Foto: banyuwangikab

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mematangkan skenario new normal di bidang pariwisata. Daerah yang sukses menggaet penghargaan inovasi kebijakan publik dan tata kelola pariwisata dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) itu menyiapkan instrumen teknologi untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di bidang turisme.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Nanti semua beli dan bayar tiket lewat online. Di aplikasi ada ada pilihan jam berkunjung. Misalnya mau ke destinasi A, silakan pilih pagi, siang, atau sore. Tiap waktu ada kapasitasnya, diatur kuotanya untuk jaga jarak. Kalau di destinasi A sudah terdaftar 100 wisatawan untuk hari Minggu jam 07.00-10.00 misalnya, kalau ada orang ke-101 mau pesan tiket, otomatis tertolak,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (24/6/2020).

Bupati Anas mengatakan, kapasitas destinasi wisata akan dikurangi dibanding masa sebelum pandemi Covid-19.

Loading...

“Kalau dulu, misalnya sehari menampung 1.000 wisatawan, sekarang harus dikurangi setengahnya, itu pun harus diatur jam-jamnya di aplikasi,” papar Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda menambahkan, tak hanya destinasi, atraksi wisata seni-budaya juga diatur sedemikian rupa menggunakan teknologi untuk mendukung protokol kesehatan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last