Jatah Premium Dikurangi 17 Persen

0
149
TETAP LANCAR: Warga membeli BBM jenis premium di SPBU Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI – Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu di Banyuwangi dipangkas. Yang termasuk BBM jenis tertentu adalah premium dan solar. Pada tahun 2011, realisasi premium di Banyuwangi 136.064 kiloliter (KL). Tahun 2012, kuota yang diberikan Pertamina hanya sekitar 115.654 KL. “Terjadi penurunan sekitar 17,65 persen dari realisasi tahun 2011,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebaliknya, kuota solar tahun 2012 naik sekitar 17,25 persen. Pada tahun 2011, realisasi solar sekitar 79.304 KL dan kuota tahun 2012 naik menjadi 95.832 KL. Hary menambahkan, Banyuwangi tidak mendapatkan kuota BBM minyak tanah. Pihak Pertamina menganggap konversi minyak tanah ke elpiji di Banyuwangi sudah tuntas seratus persen. Terkait pengurangan kuota itu, Disperindagtam akan mengambil langkah untuk mengantisipasi kelangkaan premium.

Langkah pertama yang dilakukan Disperindagtam adalah mendata jumlah konsumen BBM tertentu. Selain mendata jumlah konsumen, Diperindagtam juga mendata kebutuhan riil BBM jenis tertentu tersebut. “Kita tidak menghendaki pengurangan kuota dari realisasi tahun lalu itu meresahkan masyarakat,” tegasnya. Salah satu yang menjadi sasaran pendataan adalah kelompok nelayan yang menggunakan BBM premium.

Kebutuhan nelayan perlu didata seca- ra akurat agar pengurangan kuota itu tidak mengganggu aktivitas nelayan. “Mudah- mudah kuota premium tahun 2012 sesuai kebutuhan riil masyarakat,” tegas Hary. BBM jenis pertamax tidak ada persoalan karena termasuk BBM yang dijual bebas. BBM jenis tertentu (premium dan solar) dijual terbatas karena disubsidi pemerintah. (radar)

Loading...