Jelang Idul Adha, Pembeli Sapi Sepi

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Perdagangan hewan di pasar hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, masih terlihat sepi. Para pembeli dan pedagang yang datang ke pasar yang biasanya ramai setiap Jumat, malah semakin menurun, Jumat (3/7/2020) kemarin.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, Hari Raya Idul Adha yang tinggal sebulan lagi, ternyata juga tidak berpengaruh. Jumlah pembeli dari luar kota, kini juga semakin sedikit karena diduga ada pos screening di perbatasan.

“Biasanya pembeli dari luar kota mulai Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Malang banyak yang datang,” kata salah satu pedagang sapi, Muktar (49).

Penjualan sapi di pasar hewan, kata Muktar, semakin sepi. Para pedagang hewan, banyak yang membawa pulang dagangannya karena tidak ada pembeli.

“Pembeli tidak seramai tahun lalu,” kata warga Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore tersebut.

Biasanya, jelas dia, dalam sehari bisa menjual 15 ekor hewan. Tapi sekarang ini, sehari bisa laku 3 ekor saja sudah bagus.

“Pasar hewan sekarang lesu, pembeli berkurang sekitar 50 persen,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Sementara pedagang hewan lainnya, Susianto (44) mengatakan dari 4 ekor sapi yang dibawa ke pasar, tak ada satupun yang laku. Sehingga, harus pulang dengan tangan hampa.

“Ini sampai siang tidak ada yang laku,” kata Anto panggilan akrab Susianto.

Anto menduga penyebab sepinya pasar hewan ini, karena berkurangnya pembeli hewan dari luar kota. Selain itu, banyak pedagang yang mencari hewan langsung ke peternak.

“Tahun ini rasanya sangat sepi, beda jauh dengan tahun lalu. Sepertinya juga karena Covid-19,” keluhnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pembelian hewan ke peternak, kata Anto, dianggap tidak repot. Sapi yang dibeli, bisa dititipkan ke peternak itu sampai ada pembeli lagi.

“Sapi bisa dirawat oleh peternak hingga beberapa hari,” terang warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh tersebut.

Saat ini harga sapi sedang turun. Satu ekor sapi lokal dan limosin, harganya turun sampai Rp 1 juta. Harga satu ekor sapi lokal saat ini sekitar Rp 6 juta sampai Rp 15 juta. Sedang sapi limosin, harganya Rp 33 juta hingga Rp 35 juta.

“Sebelumnya harga sapi lokal di atas Rp 7 juta. Limosin di atas Rp 37 juta,” paparnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: