Jelang Imlek, Permintaan Buah Naga Sepi

0
166

GENTENG – Saat Tahun baru Imlek tiba, biasanya permintaan buah naga itu akan meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Tapi  pada tahun Imlek kali ini, tidak terlihat ada permintaan yang tinggi. Salah satu pedagang buah naga, Bambang, 29, asal Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo yang selama ini melayani pasar Jakarta mengatakan, tahun ini sangat berbeda  dengan tahun sebelumnya.

“Tahun  ini sepi,” katanya. Pada hari raya Imlek tahun ini, terang  dia, permintaan buah naga justru  menurun, salah satu penyebabnya karena faktor cuaca. “Sekarang sering  hujan, mungkin orang-orang itu malas  ke pasar,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng. Saat hari raya Imlek sebelumnya,  terang dia, permintaan buah naga itu selalu meningkat. Dan harga, juga ada kenaikan.

“Sekarang permintaan turun dan harga juga tidak bergerak,” ungkapnya. Malahan, jelas dia, harga buah naga di tingkat petani juga menurun, yakni sekitar Rp 5.000 per kilogram. Dan ini, otomatis mengu rangi jumlah kiriman yang biasanya  dilakukan setiap harinya.

“Biasanya itu, saya sehari kirim dua truk, sekarang hanya satu truk,” terangnya. Bambang menyebut cuaca yang tidak bersahabat, membuatnya kesulitan memprediksi harga. “Karena cuaca tidak menentu, sulit memprediksi harga bisa membaik,” cetusnya.

Salah satu petani buah naga, Joko Midi, asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, mengakui pada hari raya Imlek tahun ini tidak beda dengan hari-hari biasa. “Sekarang agak seret,” katanya.(radar)

Loading...