Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Daftar 24 Desa di Blitar Terdampak Tol Kepanjen–Tulungagung, Total 269,3 Hektare Lahan

daftar-24-desa-di-blitar-terdampak-tol-kepanjen–tulungagung,-total-269,3-hektare-lahan
Daftar 24 Desa di Blitar Terdampak Tol Kepanjen–Tulungagung, Total 269,3 Hektare Lahan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah merencanakan pembangunan Jalan Tol Kepanjen–Tulungagung yang akan melintasi sisi selatan Provinsi Jawa Timur.

Proyek strategis ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan tol selatan yang terhubung dengan jalur Trans Jawa untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.

Tol Kepanjen–Tulungagung dirancang melewati tiga kabupaten, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah utara Jawa Timur.

WhatsApp-Image-2026-02-27-at-1526231-385

Bentang 32 Kilometer di Kabupaten Blitar

Khusus di Kabupaten Blitar, ruas tol akan membentang sepanjang 32 kilometer. Untuk merealisasikan proyek tersebut, kebutuhan lahan di wilayah Blitar mencapai 269,3 hektare.

Lahan tersebut tersebar di 24 desa yang berada di lima kecamatan. Pemerintah merencanakan pembebasan lahan sebagai tahap awal realisasi proyek strategis tersebut.

Dengan hadirnya Tol Kepanjen–Tulungagung, diharapkan akses logistik, mobilitas masyarakat, hingga distribusi hasil pertanian dan industri lokal semakin efisien.

Infrastruktur ini juga menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan di selatan Jawa Timur.

Percepatan Konektivitas Jalur Selatan

Selama ini, jalur selatan Jawa Timur masih mengandalkan jalan nasional dengan kapasitas terbatas dan rawan kepadatan saat musim libur maupun distribusi barang.

Kehadiran tol baru ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

Konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi di Malang Raya dengan Blitar dan Tulungagung juga akan semakin terbuka.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah merencanakan pembangunan Jalan Tol Kepanjen–Tulungagung yang akan melintasi sisi selatan Provinsi Jawa Timur.

Proyek strategis ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan tol selatan yang terhubung dengan jalur Trans Jawa untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.

Tol Kepanjen–Tulungagung dirancang melewati tiga kabupaten, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah utara Jawa Timur.

WhatsApp-Image-2026-02-27-at-1526231-385

Bentang 32 Kilometer di Kabupaten Blitar

Khusus di Kabupaten Blitar, ruas tol akan membentang sepanjang 32 kilometer. Untuk merealisasikan proyek tersebut, kebutuhan lahan di wilayah Blitar mencapai 269,3 hektare.

Lahan tersebut tersebar di 24 desa yang berada di lima kecamatan. Pemerintah merencanakan pembebasan lahan sebagai tahap awal realisasi proyek strategis tersebut.

Dengan hadirnya Tol Kepanjen–Tulungagung, diharapkan akses logistik, mobilitas masyarakat, hingga distribusi hasil pertanian dan industri lokal semakin efisien.

Infrastruktur ini juga menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan di selatan Jawa Timur.

Percepatan Konektivitas Jalur Selatan

Selama ini, jalur selatan Jawa Timur masih mengandalkan jalan nasional dengan kapasitas terbatas dan rawan kepadatan saat musim libur maupun distribusi barang.

Kehadiran tol baru ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

Konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi di Malang Raya dengan Blitar dan Tulungagung juga akan semakin terbuka.