Harga Buah Naga di Banyuwangi Anjlok, Ini Penyebabnya

  • Bagikan
Foto: Petani melakukan perawatan buah naga menggunakan bahan organik di Jambewangi, Sempu, Banyuwangi/Media Indonesia

BANYUWANGI – Dalam beberapa bulan ini, harga buah naga di tingkat petani terus menurun. Harga buah naga yang semula Rp 15 ribu per kilogram kini menjadi Rp 3 ribu per kilogram.

Dilansir dari Media Indonesia, kondisi tersebut membuat para petani di Kabupaten Banyuwangi merasa tidak nyaman. Mereka sangat takut harga terus menerus mengalami penurunan sehingga membuatnya merugi.

Seorang petani buah naga asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Baihaki (30) mengatakan, para pengepul sekarang hanya membeli dengan harga Rp 3 ribu per kilogram.

Menurutnya, dampak murahnya harga tersebut membuat hasil panen miliknya mengalami penurunan. Dengan harga Rp 3 ribu per kilogram, hanya cukup untuk membeli kebutuhan pupuk saja.

“Harga buah naga sekarang lagi turun. Saat ini pengepul hanya membeli Rp 3 ribu per kilogram. Itu sudah semua, baik ukuran A, B maupun C,” ujar Baihaki, Rabu (8/1/2020).

Turunnya harga buah naga akibat panen yang melimpah, sehingga berimbas terhadap harga buah naga.

Sementara itu di wilayah Desa berbeda, hal yang sama juga dialami petani lainya, Habib Mustofa, 40. Harga buah naga saat ini sangat murah.

“Selain harga murah, pada saat musim hujan banyak gangguan terhadap tanaman buah naga,” ungkap Habib Mustofa.

“Tanaman rentan terkena jamur, sehingga membuat batang mudah membusuk. Untuk mencegahnya maka diperbanyak fungisida,” terangnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: