Kader Muda NU Demo

0
369
Aktivis FBO NU+PMII beraksi di gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Para kader muda yang tergabung dalam forum Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi menggelar aksi  turun jalan kemarin (15/5). Mereka menolak aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Aksi yang digelar sebagai bentuk solidaritas atas perusakan kantor LKiS Jogjakarta oleh kelompok orang yang mengatasnamakan Majelis Mujahidin Islamiyah (MMI) pada Rabu lalu (9/5). Aksi solidaritas tersebut diawali dari kantor PCNU di Jalan A. Yani, Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Islam agama damai, dan Islam tidak mengajarkan kekerasan,” cetus koordinator lapangan (korlap) aksi, Shulhan Huda. Sementara itu, para kader muda NU yang berasal dari Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan PMII, menggelar  long march menuju simpang empat Patung Kuda di Karangente. “Tolak radikalisme agama,” kata Shulhan. Dalam long march itu, mereka juga sempat mendatangi kantor Pemkab Banyuwangi. Di kantor bupati tersebut, para aktivis menggelar orasi sekitar 30 menit.

Loading...

“Organisasi yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama harus diberangus dari muka bumi,” cetus Antok, salah satu aktivis PMII. Dalam orasinya, Antok meminta aparat penegak hukum menegakkan aturan. Organisasi yang melakukan kekerasan harus diusut dan diproses hukum. “Pelaku perusakan kantor LKiS di Jogjakarta oleh MMI itu bukan cerminan Islam,” katanya. Lantaran Bupati Abdullah Azwar Anas ada acara lain, pendemo ditemui Asisten Pemerintahan (Aspem) Abdullah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Bappenas Raker Penyusunan RAN Pengembangan Geopark di Banyuwangi