Kades Jambewangi Banyuwangi Disandera Warga

0
758

BANYUWANGI – Kepala Desa (Kades) Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Suprayitno disandera warga di balai desa setempat, Kamis (13/2/2019).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Penyanderaan ini dipicu ketidakpuasan masyarakat atas terpilihnya Nur Hamid, sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Dekat Hutan Mitra Hutan Lestari (LMDH Mitra Hutan Lestari), Jambewangi.

Aksi ini bermula ketika ribuan massa pesanggem atau anggota LMDH yang sedang demo di Balai Desa Jambewangi, melihat Kades Suprayitno hendak pulang. Di sisi lain, demonstrasi yang sudah kesekian kali ini masih tetap menemui kebuntuan.

Tak pelak, warga pun muntab. Mereka menutup pintu gerbang balai desa, sedang lainnya menghalang-halangi Kades yang sedang duduk di atas sepeda motor.

“Lawange ojo dibukak, ora tanggung jawab (Pintu jangan dibuka, tidak mau tanggung jawab),” teriak warga bersahutan sambil menutup pintu gerbang balai desa.

Sementara itu, adegan penyanderaan Kades Jambewangi, Kecamatan Sempu, ini sendiri baru berakhir setelah massa membubarkan diri.

Berdasarkan pantauan di lapangan, keberingasan ribuan warga yang merupakan pesanggem atau anggota LMDH, ini bukan tanpa alasan. Namun klimaks dari kekecewaan. Masyarakat merasa sudah tidak bisa mendapat keadilan.

Bukan hanya dalam proses kemunculan Nur Hamid, sebagai ketua baru LMDH Mitra Hutan Lestari Jambewangi. Namun juga terkait dugaan jual beli lahan Perhutani, yang dilakukan oleh Purwanto, pengurus Pokja LMDH. Dimana telah diakui oleh sejumlah pesanggem, dia telah meminta sejumlah uang dengan berbagai dalih serta ancaman. Salah satunya, oleh Purwanto, lahan garapan akan dialihkan kepada orang lain jika pesanggem tak mau membayar.

Terkait dugaan jual beli lahan Perhutani oleh Purwanto, sebenarnya telah diadukan langsung di forum musyawarah yang digelar di Kantor Desa Jambewangi, Rabu, 30 Januari 2019 lalu. Forum tersebut juga dihadiri Kapolsek Sempu, AKP Suhardi beserta jajaran. Namun sayang, curahan hati kalangan wong ndeso tersebut tak berbuntut tindak lanjut.

Ketua Reclassering Indonesia Banyuwangi, Lalati SH, selaku pendamping para pesanggem, mengaku sempat akan melaporkan kasus dugaan jual beli lahan Perhutani di tubuh LMDH Mitra Hutan Lestari ke Polres Banyuwangi. Namun entah kenapa, para korban tiba-tiba ketakutan. Disinyalir para wong cilik tersebut telah mendapat tekanan.

“Kita sudah koordinasi dengan Kepolisian, tapi katanya kita selaku lembaga tidak bisa mewakili laporan, dalam arti laporan harus dilakukan langsung oleh korban, walau pun yang dijual belikan itu aset negara,” kata Lalati.

Sebelumnya, Purwanto, pengurus Pokja LMDH Mitra Hutan Lestari, membantah jika dia telah melakukan jual beli lahan perhutani. Meski sejumlah pesanggem secara gamblang menyebut telah membayar pada dirinya, dia mengaku tak pernah menerima uang dari mereka.

Ketua baru LMDH Mitra Hutan Lestari, Nur Hamid, juga mengaku tidak pernah menginstruksikan atau mengizinkan adanya praktik jual beli lahan. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, dia menyebut bahwa itu adalah ulah oknum.

Loading...

There were no listings found.

Kata kunci yang digunakan :