Kaji Larangan Pelajar Bawa HP

0
484

BANYUWANGI – Wacana pelarangan siswa membawa handphone (HP) ke sekolah hingga kini belum diputuskan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas masih menyerap masukan dan pendapatan masyarakat luas tentang penerapan wacana tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Anas mengatakan, wacana pelarangan siswa membawa HP itu berasal dari keresahan terhadap dampak negatif penggunaan produk teknologi secara bebas. “Secara pribadi saya resah dan gelisah melihat kebebasan penggunaan handphone di kalangan pelajar,” katanya kepada RaBa kemarin (22/3).

Kebebasan menggunakan produk teknologi di Banyuwangi, lanjut dia, dianggap
melampaui kebebasan di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Di AS, untuk memiliki BlackBerry tidak bisa hanya dengan modal uang seperti di Indonesia. Untuk memiliki satu unit BlackBerry harus melewati seleksi dan butuh waktu yang panjang dan berbelit-belit.

“Yang terjadi di Banyuwangi, cukup punya uang, maka sudah bisa memiliki BlackBerry berbagai jenis,” katanya. Di AS, beber Anas, tidak semua warga bisa mengakses film-film porno lewat internet dengan mudah. Untuk dapat mengakses film-film porno, warga negara AS harus membayar cukup mahal.

Di Banyuwangi, film dan gambar-gambar porno bisa diakses dengan mudah melalui HP. “Kasus pemerkosaan yang melibatkan pelajar sudah sering terjadi. Itu tidak bisa dibiarkan, kita tidak boleh berpura-pura tidak tahu dan cuek terhadap fenomena itu. Kita harus bersikap secepatnya,” jlentrehnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2