Kalangan Industri Kecil Banyuwangi Bidik SNI

0
141

KALIPURO – Para pelaku industri kecil menengah (IKM) Banyuwangi tengah membidik sertifi kat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai persyaratan mendapatkan sertifikat tersebut, mereka harus dibekali berbagai pelatihan terkait industri dan perdagangan. Kali ini materi yang diberikan meliputi desiminasi (penerapan) good manufacturing practices (GMP), Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI), dan pengembangan desain produk batik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pelatihan tersebut digelar di aula Hotel Mahkota Plengkung, Kecamatan Kalipuro, Selasa lalu (16/4). Pelatihan tersebut penting dilakukan agar IKM Banyuwangi siap menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan diberlakukan 2015 mendatang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, pelatihan desiminasi GMP dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan pelaku IKM yang memproduksi makanan dan minuman.

Loading...

“Ini sebagai langkah awal agar IKM Banyuwangi bisa memenuhi persyaratan mendapatkan sertifi kat SNI (Standar Nasional Indonesia),” ujarnya. Menurut Hary, pelatihan desiminasi HKI bertujuan meningkatkan pemahaman penting terkait HKI bagi pelaku IKM. Pelatihan itu mendatangkan narasumber asal Universitas Jember (Unej), Stikom Surabaya, dan petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disperindag Provinsi Jawa Timur Kegiatan itu merupakan tindak lanjut penjaringan ca lon pendaftar HKI di Ba nyu wangi beberapa wak tu lalu.

“Sebelumnya, ada 25 usul hak cipta dan 30 usul hak merek dari para pelaku IKM Banyuwangi. Kita akan mem fasilitasi pelaku IKM yang lain untuk mendaftarkan hak cipta atau pun hak mereknya,” pa par nya. Terkait pelatihan pengem bangan desain batik, imbuh Hary, diharapkan para pelaku IKM peng hasil batik di Banyuwangi mampu meningkatkan mutu dan kualitas. Para pelaku IKM batik juga diharapkan menangkap selera konsumen.

Masih menurut Hary, peserta pelatihan kali ini berasal dari berbagai kecamatan di Bumi Blambangan. Pelatihan GMP diikuti 25 pelaku IKM, pe latihan desiminasi HKI di ikuti 25 pelaku IKM, dan pe latihan pengembangan de sain produk batik diikuti 20 peserta. “Kita akan terus melakukan pelatihan para pelaku IKM di Banyuwangi agar siap menghadapi persaingan Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan diberlakukan 2015 mendatang,” pungkasnya. (radar)

Loading...