Kantor KPU Diperketat

0
136

kantorSelama Berlangsung Sidang Gugatan Pilpres


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Selama sidang sengketa hasil pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung, jumlah personel pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi ditambah satu peleton. Tambahan pengamanan satu peleton itu merupakan aparat gabungan Polri dan TNI AD sebanyak 20 personel. Rinciannya, 10 anggota Polri dan 10 lainnya dari TNI AD. Sebelumnya, kantor KPU yang terletak di jalan Agus Salim itu hanya dijaga 10 anggota Polri saja.

Dengan demikian, kekuatan pengamanan kantor KPU berjumlah 30 orang. Kabag Ops Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo mengatakan, penambahan personel jaga ini merupakan perintah dari Polda Jatim terkait dengan antisipasi potensi kekacauan yang timbul akibat gugatan Prabowo-Hatta di MK. “KPU sebagai instansi vital penyelenggara pemilu harus mendapatkan penjagaan yang ketat,” ujar Sujarwo. Selain itu, penjagaan ini untuk mengantisipasi keamanan logistik pemilu yang disimpan di kantor KPU. 

Walaupun kondisi Banyuwangi relatif aman, namun antisipasi dampak dari gugatan Prabowo-Hatta di MK tetap dilaksanakan. “Barang kali logistik akan diperlukan untuk sidang di MK,” ujar Sujarwo. Penjagaan dua instansi aparat keamanan belum tidak dapat dipastikan kapan berakhir. Namun Sujarwo memperkirakan, pasukan akan ditarik saat MK mengeluarkan keputusan sengketa pilpres pada tanggal 22 Agustus 2014. “Kami tidak bisa memastikan kapan penjagaan KPU akan berakhir karena menunggu instruksi dari Polda Jatim,” ujar Sujarwo. (radar)

Loading...