Kawah Ijen Tetap Dibanjiri Pengunjung

  • Bagikan

kawahLICIN – Pengunjung kawah Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, ternyata masih cukup banyak. Setiap hari, puluhan wisatawan domestik dan mancanegara berdatangan untuk melihat keindahan kawah di puncak gunung berapi tersebut. Padahal, status gunung berapi tersebut adalah siaga. Status tersebut tergolong membahayakan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan daerah terlarang sejauh 1,5 kilometer dari bibir kawah. “Tapi, tetap ada yang nekat ke kawah,” cetus petugas PVMBG, Bambang Heri Purwanto. Heri menyebut, pihaknya tidak punya hak melarang wisatawan yang hendak berkunjung ke kawah Ijen. Pasalnya, yang punya kewenangan adalah pemerintah daerah melalui Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi.

“Kami hanya merekomendasikan,” katanya. Diakui Heri, tidak mudah menghalau wisatawan agar tidak naik ke puncak Ijen. Para wisatawan umumnya datang dari jauh dan penasaran dengan bentuk kawahnya. “Ibarat orang beli rokok, meski diberi peringatan bahaya, yang beli tetap banyak,” ujarnya. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sekitar Paltuding kemarin (15/1), belasan wisatawan asing bergerombol di beberapa tempat istirahat.

Ada yang akan naik ke puncak, dan ada pula yang baru saja turun. Meski berstatus siaga, para penambang belerang tetap banyak yang bekerja. Sepertinya mereka tidak peduli terhadap bahaya yang mengancam. “Kalau pabrik menyuruh istirahat, kita akan berhenti,” cetus Sakera, salah satu penambang belerang, kemarin. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: