Kaya Budaya, Dikenal Sebagai Desa Wisata

0
469
ASLI DARI GUNUNG: Berkunjung ke Desa Wisata Using Kemiren tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati kolam renang yang ada di area DWU.

KEMIREN – Desa Kemiren yang ada di Kecamatan Glagah selama ini dike nal sebagai Desa Wisata. Maklum, di desa yang terletak 8 kilometer dari arah Banyuwangi itu memiliki sejumlah budaya. Selain karena masyarakatnya seluruhnya dari Suku Using (asli Banyuwangi), di tempat ini juga sering digelar upacara-upacara adat. Seperti seblang, gandrungan, dan sebagainya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun, Desa Kemiren ternyata tidak hanya dikenal dengan kekayaan budayanya. Desa ini juga memiliki daya pikat di bidang wisata alamnya. Ya, di dalam desa ini ada taman rekreasi yang diberi nama Desa Wisata Using (DWU).

Loading...

Taman rekreasi ini dilengkapi kolam renang, tempat bermain anak, restoran, panggung kesenian, dan sejumlah cottage. Untuk masih di DWU ini, setiap pengunjung hanya dikenakan beamasuk sebesar Rp 5000. Kecuali penginapan, seluruh fasilitas yang adalan di DWU bisa dinikmati. Mandi di kolam renang yang airnya berasal dari pegunungan asli, tentu sangat berbeda dibanding kolam renang kebanyakan. Dan, nuansa alam itu bisa dinikmati di DWU.

Jika ingin berlama-lama di tempat ini, pengunjung juga bisa menyewa cottage seharga Rp 100-200 ribu per malam. Cottage yang ada di DWU ini cukup khas. Berbentuk rumah khas suku Using, dijamin para pengunjung akan merasakan kehidupan layaknya masyarakat suku Using tempoe doeloe.

Nah, selain bisa menikmati wisata alamnya, jika kunjungan bertepatan dengan upacara adat, pengunjung bisa menikmati suasana etnik yang kental. Di desa ini, hampir seluruh kebudayaan suku Using ditampilkan. Seperti tari seblang, gandrung, mepekasur, lesung, dan lain-lain. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2