Kejari Layangkan Panggilan Kedua

0
302

BANYUWANGI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi tidak mau berlama-lama dalam menuntaskan pengusutan kasus dugaan penyimpangan proyek gedung perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dua rekanan yang mangkir saat dipanggil untuk dimintai keterangan pada Rabu (24/10) dan Kamis lalu (25/10), akan segera dipanggil lagi. Tim pengusutan yang dibentuk oleh Kejari Banyuwangi, langsung mengirim surat panggilan kedua untuk dua rekanan yang tidak hadir dari undangan sebelumnya.

Surat panggilan untuk yang kedua, sudah kita kirimkan kepada dua rekanan tersebut,” ujar kepala Kejari Banyuwangi Syaiful Anwar melalui ketua tim pengusutan Djoko Susanto Dalam surat panggilan itu, jelas Djoko, kedua rekanan yang telah mengerjakan proyek dan pengadaan lift, diminta untuk datang ke gedung Kejari di Jalan Jagung Suprapto Banyuwangi pada Rabu depan (31/10).

Kita berharap pada panggilan yang kedua ini bisa datang,” katanya. Menurut Djoko, kedua rekanan tersebut dipanggil ke Kejari untuk dimintai ke terangan dalam kapasitas sebagai saksi. Keterangan saksi itu dinilai sangat perlu dalam melengkapi berkas yang ada. “Kalau nanti tidak datang dalam surat panggilan yang kedua ini, ya kita panggil lagi yang ketiga,” cetusnya.

Loading...

Sebagai pihak yang me ngerja kan proyek gedung tiga lantai di RSUD Genteng, keterangan dari kedua rekanan ini sangat di butuhkan. Sebab, mereka diminta untuk membeberkan pengerjaan proyek senilai Rp 4,014 miliar yang dananya  erasal dari APBD Banyuwangi 2010 itu. “Mereka yang mengerjakan, maka mereka yang paling tahu tentang proyek itu,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2