Keluarga Korban Penusukan Laga LPI Kecewa dengan Panitia

0
878
Dimiyati, Nenek Ahmad Aditya, siswa SMAN 2 Genteng, Banyuwangi, korban penusukan suporter pada laga LPI. (Foto: timesbanyuwangi.com)

BANYUWANGI – Insiden penusukan yang menimpa Ahmad Aditya, siswa SMAN 2 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam pertandingan Liga Pelajar Indonesia (LPI), membuat shock pihak keluarga. Bahkan, nenek korban, Dimiyati (72) mengaku sangat tidak terima.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Awalnya dia mengaku akan melaporkan kejadian tersebut pada pihak Kepolisian. Namun, karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya niatan mencari keadilan untuk sang cucu akhirnya wurung.

“Tantenya Adit (panggilan Ahmad Aditya) juga ngeyel mau suruh melapokan, tapi saya pikir lagi biar sudah, nanti kalau lapor saya malah repot,” katanya, Kamis (10/8/2017).

Selain itu, Dimiyati juga menyatakan kekecewanya terhadap Satpol PP yang saat itu bertugas mengamankan laga. Dari cerita sang cucu, malah seolah menjadikan Aditya dan teman-temanya sebagai musuh.

“Cucu saya mengeluh, kalau dadanya sakit karena dipukuli Satpol PP, teman temanya juga cerita kalau ada yang dipukuli, masak begitu cara mengamankan anak-anak sekolah,” keluhnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2