Beranda Sosial Kembangkan Pepaya, Bangunan Pasar Tak Memadai

Kembangkan Pepaya, Bangunan Pasar Tak Memadai

0
376
KURANG MEMADAI: Ramainya pasar Kalibaru Kulon, membuat bangunan los pasar tidak mampu menampung penjual dan pembeli.

KALIBARU – Kepala Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Radiono, yang baru dilantik beberapa waktu lalu mulai melakukan terobosan di bidang budidaya tanaman pepaya Thailand. Sejak dua bulan lalu, dia mengajak warganya untuk melakukan penanaman pepaya Thailand dengan memanfaatkan lahan-lahan kering yang kurang produktif.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain lahan kurang produktif, warga juga diajak menanam pohon pepaya di tepi-tepi jalan kampung dan tanah makam. “Sekarang sudah ada sekitar 52 ribu pohon pepaya Thailand yang ditanam warga,” kata Radiono di ruang kerjanya kemarin. Radiono menuturkan, ide menanam pohon pepaya Thailand secara masal tersebut muncul sejak dua bulan lalu.

Hal ini karena melihat banyaknya peluang pasar dan  mahalnya harga buah tersebut. Membaca peluang tersebut, dia mengajak warganya untuk bekerjasama menanam pohon pepaya Thailand dengan memanfaatkan lahanlahan yang kurang produktif. “Sekarang satu warga rata-rata punya tanaman pepaya Thailand antara 100 sampai 200 pohon,” sebutnya.

Loading...

Selain menanam pohon pepaya Thailand, Radiono kini juga sudah mulai membidik peluang pasar jika kelak tanaman tersebut sudah waktunya berbuah dan panen. Sebab diperkirakan tanaman pepaya tersebut bakal panen pada usia tujuh bulan. “Kita punya pasar di Surabaya, Mas. Dan kalau nanti sudah panen, bisa buat tambahan penghasilan masyarakat dan pemerintah desa,” tandasnya.

Sementara itu, selain menggarap tanaman pepaya Thailand, Pemerintah Desa Kalibaru Kulon juga berencana mengembangkan bangunan pasar desa. Sebab, pasar Desa Kalibaru Kulon yang terletak di barat perempatan Jalan Raya Provinsi di Jalan Raya Kabupaten tersebut kini sudah tak lagi mampu menampung membeludaknya penjual dan pembeli. Apalagi, Pasar Kalibaru Kulon tersebut menjadi pusat pasar sayur. Banyak warga Kota Genteng, dan Garahan, Kabupaten Jember, yang berbelanja sayur ke pasar tersebut untuk kemudian di jual lagi ke tempatnya masing-masing.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!