Beranda Sosial Kerap Gagal, Butuh Waktu Enam Bulan Sampai Kawin

Kerap Gagal, Butuh Waktu Enam Bulan Sampai Kawin

0
6021


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

LAYAKNYA rumah pencinta burung berkicau, hunian yang ditempati Atim Ismail, 39, warga Desa Kelir, Kecamatan
Kalipuro ini juga tak luput dari kurungan burung yang berjajar menggantung  di langit-langit rumah. Kicauan burung pun menjadi penyambut khas bagi tamu yang berkunjung di rumahnya tak jauh dari Puskesmas Desa Kelir tersebut.

Namun, yang menarik bukanlah aktivitas di dalam rumah itu. Sekitar  dua meter di belakang rumah yang berada di lingkungan perkampungan  padat itu ada sebuah lokasi yang dikelilingi dengan dinding anyaman bambu (gedhek). Lokasi seluas 3×2  meter itu ternyata adalah sebuah tempat  pengembang biakan burung Murai Batu yang sengaja dibuat oleh Atim.

“Awalnya hanya coba-coba saja. Harga burung murai batu kan mahal,  teman- teman di sini banyak yang suka tapi tidak mampu beli. Jadi saya coba silangkan burung yang saya punya supaya bisa dijual dengan murah ke teman- teman,” ujar Atim.

Melihat kedatangan Jawa Pos Radar Banyuwangi yang tam pak berniat mengamati aktifitas  di peternakan kecil itu, Atim pun mengajak saya untuk melihat lebih dekat.  Rupanya ruangan dari pagar anyaman bambu itu adalah pelindung untuk sebuah sangkar burung murai yang ada di dalamnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

error: Uppss.......!