Keterangan Tersangka-Saksi Berbeda

0
884


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Warga akan Bongkar Rumah tempat Pembunuhan

SILIRAGUNG – Penyidik Polsek Siliragung  masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Karniawan, 55, warga RT 3, RW  5, Dusun Sumberbening, Desa Kesilir,  Kecamatan Siliragung yang diduga telah menghabisi anaknya, Redo Kristiawan, 25, pada Sabtu pagi (25/2) di rumahnya yang lain di Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir Kecamatan Siliragung.

Kapolsek Siliragung, AKP Endro Abrianto melalui Kanitreskrim Aiptu Solikin, mengatakan untuk memproses tersangka itu pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. Hingga kemarin (26/2), empat orang yang diduga mengetahui dugaan pembunuhan itu telah dipanggil untuk dimintai  keterangan.

“Kita masih mengumpulkan keterangan saksi,” katanya. Kanitreskrim menyebut untuk sementara ada beberapa keterangan saksi dan tersangka yang tidak sama. Dan itu, masih diperdalam. “Kita  singkronkan keterangan saksi dan tersangka,” terang kanitreskrim seraya menolak menyebut keterangan yang  tidak sama itu.

Sementara itu, di sekitar lokasi tempat dugaan pembunuhan, tepatnya di samping kamar mandi yang ada di samping rumah, terlihat masih dipasangi police line. Hanya saja, di sekitar halaman rumah oleh warga telah dibersihkan.

Salah satu warga, Mujiono menyampaikan rumah yang ditempati tersangka ada anaknya yang mati, itu milik salah satu keluarganya. Keduanya tinggal di rumah itu sejak dua tahun lalu. “Bapak dan anak pindah ke rumah itu karena anaknya sering marah-marah dan sering  mengancam ibunya,” cetus mantan  kepala Desa (Kades) Kesilir itu.

Selama ini, terang dia, tersangka yang dikenal sebagai penjual kambing itu dikenal baik dengan tetangga. Sedang anaknya, itu jarang keluar rumah. “Anaknya  itu hanya di dalam rumah, jarang  mau keluar,” ungkapnya. Gara-gara ada pembunuhan itu, rumah di lokasi kejadian itu akan  dibongkar. Selain tidak berpenghuni, suasana di depan rumah biar tidak menakuti warga.

“Rumah  mau kita bongkar, warga banyak  yang takut setelah peristiwa itu,” jelasnya. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, warga Desa Kesilir,  Kecamatan Siliragung, digegerkan dengan dugaan pembunuhan  dengan korban Redo Kristiawan,  25.

Pemuda itu ditemukan bersimbah darah di kamar mandi samping rumahnya di Dusun Sumbnrsuko, Desa Kesilir. Dugaan kuat, korban itu meninggal setelah dipukul oleh Karniawan, 55, ayahnya sendiri.  Kapolsek Siliragung, AKP Endro Abrianto melalui Kanitreskrim Aiptu Solikin, mengatakan dugaan  pembunuhan yang terjadi sekitar pukul 04.00, itu bermula tersangka yang juga ayah kandung korban  membangunkan Redo untuk diantar berobat ke Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Saat dibangunkan itu, korban  justru menanggapi dengan  marah-marah dan sempat melempar tersangka megic com. Untuk menghindari lemparan  itu, ayahnya keluar rumah. Tapi,  korban tetap mengejar kembali melempari dengan bongkahan  batu bata. Melihat aksi anaknya  yang dianggap sudah berlebihan, tersangka emosi dan membalas aksi anaknya.

“Ayahnya emosi, mengambil batu bata dan  menghantamkan ke arah leher korban,” jelasnya.(radar)

Loading...

Baca Juga :