Kiprah Jagal Legendaris Sugeng, Taklukkan Sapi Ngamuk Dengan Bacaan Selawat

0
1263

BANYUWANGI – Kundo warso ilang gondone kari roso. Kalimat tersebut keluar dari mulut Sugeng, 58, menyertai sejumlah urutan doa berbahasa Arab. Bagi Sugeng dan teman seprofesinya, kalimat tersebut lazim diucapkan untuk memungkasi prosesi penyembelihan hewan kurban.

Dalam dunia perjagalan, kalimat itu merupakan bentuk kearifan lokal bagi para tukang jagal. Seperti halnya kalimat penutup dalam setiap kegiatan. Sebagai bentuk penghormatan atas hewan ternak yang disembelih.

Menghilangkan nyawa seekor sapi atau kambing tidak lantas menjadikan seorang jagal melakukan eksekusi itu dengan emosi amarah. ”Kita tidak boleh emosi, harus menyembelih dengan kasih sayang,” kata Sugeng ditemui di rumahnya di Dusun Watu Gong, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

Siang itu, selepas menunaikan salat Id, Sugeng langsung kembali ke rumahnya. Tahun ini, dia absen dari panggilan menyembelih hewan kurban. Keputusan ini dia ambil lantaran untuk menghormati mendiang istrinya. ”Tahun ini saya libur, ini bareng 40 hari istri saya meninggal,” ucapnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Enam Hotel di Banyuwangi Tutup Imbas Corona