Kirim 6 Atlet ke Jogja

Kejurnas Binaraga


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Target realistis diusung Pengkab PABBSI Banyuwangi jelang Kejurnas Binaraga di Jogjakarta bulan depan. Induk organisasi angkat berat dan binaraga itu tidak memasang target tinggi dalam even yang akan diikuti kontingen binaraga dari seluruh Indonesia tersebut. Meski demikian, enam atlet pilihan sudah dipersiapkan beraksi di ajang tersebut. Keenam atlet tersebut adalah Arwarin, Wahid, Hendrik, Black, Sutrisno, dan Margito.

Meski diketahui bahwa persaingan di kejurnas sangat ketat, tapi hal itu tidak membuat PABBSI berkecil hati. Organisasi yang dikomandani Nurmansyah itu siap mencuri medali di ajang tersebut. Dari enam atlet yang dikirim, Nur mansyah menggantungkan harapan kepada Black. Berbekal medali perunggu di kejurda Jatim bulan lalu, Black diharapkan menjadi motor rekan-rekannya. “Black PON Remaja Tahun 2012 BANYUWANGI  – Kepengurusan PASI Banyuwangi memang masih kosong. Induk pembina olahraga atletik itu hingga kini belum memiliki pengurus definitif.

Namun, hal itu rupanya tidak menghalangi pelatih atletik melatih para atlet. Ada persiapan jangka panjang, yaitu menyambut pekan olahraga nasional remaja (PON Remaja) 2012. Tiga atlet yang dipersiapkan tampil di ajang nasional kali pertama tersebut kini sudah menjalani latihan pematangan. Mereka adalah Rendiyana Putra, Nikmatul Nafiah, dan Dwi Tanaya Adi Prasetya.

Selain itu, PASI Banyuwangi juga memiliki ambisi lain, yaitu memindahkan home base pemusatan latihan tim PON Remaja Jawa Timur ke Banyuwangi. “Itu baru wacana dan semoga bisa terealisasi,” pinta Agus Sujiono, pelatih atletik Banyuwangi. Agus berharap, pemusatan latihan tim PON Remaja Jawa Timur dilaksanakan di Banyuwangi. Sebab, kata dia, fasilitas pendukung di Kota Gandrung tidak kalah dengan yang ada di Surabaya dan daerah lain.

Menurut dia, banyak sisi positif yang didapat atlet Banyuwangi bila wacana itu terealisasi. Sebab, atlet kaliber Jawa Timur bisa menjadi akan turun di nomor 80 kg,” bebernya. Meski menjagokan Black, Nurmasyah tetap tidak meremehkan potensi atlet lain. Polisi berpangkat brigadir itu tidak menyangkal bahwa mereka semua berpotensi mendulang prestasi. Arwarin yang turun di kelas 65 kg, Wahid di kelas 70 kg, Hendrik 75 kg, Sutrisno 85 kg plus, dan Margito 55 kg, siap menampilkan penampilan terbaik.

Nurmasyah menyebut, kontingen tuan rumah Jogjakarta, Jakarta, dan Jawa Barat, bakal menjadi saingan berat para atlet Banywaungi. “Kami realistis saja dalam menghadapi kejurnas nanti, tapi tidak berarti cuma sekadar numpang lewat,” cetusnya. (radar)