Kisah Edi Ali Makrus, Penjual Kipas Angin Bekas

0
1709

Di tangan Edi Ali Makrus (44) warga Dusun Tegalpare, RT 1, RW 1, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, limbah kipas angin yang banyak dibuang di tempat rongsokan ternyata masih bernilai jual. Limbah kipas angin rusak itu diperbaiki dan laku dijual.

DEDY JUMHARDIYANTO, Muncar

Sederet tumpukan limbah kipas angin yang menggunung di tepi jalan raya Dusun Sukosari, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar sepintas tampak kumuh dan tidak berguna. Di balik tumpukan kipas angin bekas itu duduk seorang lelaki yang serius memandangi sebuah dinamo kipas angin.

Lelaki itu mengutak-atik dinamo yang sudah terlihat usang dan rusak. Sesekali berhenti sambil mengambil obeng dan peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki mesin pemutar.

Pekerjaan itulah yang dilakukan, Edi Ali Makrus, setiap hari. Sejak dua tahun lalu, pria itu menjadi penjual dan tukang servis kipas angin bekas. Pekerjaan yang dilakoni itu tidak pernah dibayangkan sebelumnya, apalagi sejak lulus SMA pada 26 tahun lalu tidak pernah memiliki keahlian servis elektronik.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last