Kisah Warga Sobo yang Melahirkan Bayi Kembar Tiga

0
2457
Loading...

Dikatakan, pada kehamilan pertama bobot tubuh Yuli terus naik dari bulan ke bulan. Namun, saat mengandung bayi kembar tiga, bobot tubuh Yuli sempat turun signifikan. Tepatnya saat usia kandungan Yuli mencapai tiga bulan. Saat itu, bobot tubuh Yuli turun dari sebelumnya 42 Kilogram (kg) menjadi 39 kg.

“Bobot baru kembali ke 42 kg saat usia kehamilan sekitar lima bulan,” kenang Yuli. Padahal, imbuh Yuli, selama mengandung bayi kembar tiga tersebut dirinya sangat doyan makan. Dia sanggup menyantap berpiring-piring makanan dalam sehari semalam.

“Saking seringnya makan, stok piring bersih di rak habis. Karena itu harus sering-sering mencuci piring. Begitu selesai dicuci, langsung saya pakai lagi untuk makan,” kata Yuli sembari tersenyum.

Perjuangan Yuli mencapai titik terberat pada Agustus atau saat usia kehamilan tujuh bulan. Kala itu, kesehatannya drop sehingga harus opname di rumah sakit (RS). Penyebabnya, kadar hemoglobin (HB)-nya turun menjadi ”hanya” tujuh gram per deciliter (dl). Padahal, kadar Hb normal pada ibu hamil sebesar 11 sampai 14 gram per dl. ”Selain mengalami penurunan Hb, tekanan darah saya naik signifikan,” ungkapnya.

Dengan kondisi kesehatan yang demikian, dokter menyarankan proses kelahiran dengan operasi caesar. Operasi direncanakan pada 18 September 2017 lalu. “Namun, dokter terus memberikan saya semangat. Selama saya kuat, operasi akan terus diundur. Pengunduran waktu operasi dilakukan agar jantung bayi yang saya kandung semakin kuat,” papar Yuli.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last