Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Kisruh Pilkades, Warga Mendirikan Tenda

wargaDesak Pilkades Ulang, Ancam Segel Kantor Desa

BANYUPUTIH – Desakan dilakukan pilkades ulang di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, terus berlangsung hingga kemarin (14/9). Bahkan, puluhan pendukung calon kepala desa nomor 3, Kusnul Khotimah, itu sempat mendirikan tenda di sekitar kantor desa.Aksi lanjutan itu dilakukan warga dengan alasan menunggu keputusan panitia.

Jika tuntutan mereka tidak ditanggapi panitia, mereka mengancam akan mengerahkan massa yang lebih banyak. Bahkan, mereka juga mengancam akan menyegel kantor desa. Saat aksi berlangsung, puluhan warga juga tetap menunjukkan beberapa bukti dugaan kecurangan panitia. Bukti tersebut berupa foto yang menyatakan bahwa anak di bawah umur ikut pencoblosan.

Anak di bawah yang sempat tertangkap setidaknya delapan anak. Rata-rata mereka masih berusia sekitar 14 hingga 16 tahun. “Warga tidak terima. Karena sesuai kesepakatan semua calon kades, pondok pesantren tidak boleh mengerahkan santri. Jika itu dilakukan, maka akan didiskualifi kasi,” terang Jauzi, seorang warga Sumberanyar.

Dari delapan anak tersebut, tiga anak sebenarnya sudah tertangkap basah oleh tim dua calon kepala desa. Oleh tim pendukung cakades nomor urut 2 dan 3, Irhamni dan Husnul Khotimah, tiga anak tersebut sudah diserahkan kepada panitia sebagai bukti pelanggaran. Namun, oleh panitia mereka dipulangkan. Nah, banyak warga yang menduga ada kecurangan.

Tiga pemilih yang masih di bawah umur itu belakangan diketahui bernama M. Asmito dan Subairi. Keduanya berasal dari Raas, Madura. Satu anak lain, Ilham Wahyudi, berasal dari Singaraja, Bali. Data yang berhasil dikumpulkan, cakades nomor 1 bernama Subaidi mendapat suara terbanyak, yakni 3.035 suara. Nomor urut 2, Irhamni, mendapat 2.802 suara.

Cakades nomor 3, Kusnul Khotimah, mendapatkan 2.876 suara. Kapolsek Banyuputih AKP Suyitno mengatakan, pihaknya tidak akan mengintervensi para pendukung salah satu cakades. Ditegaskan, tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami fokus pada kamtibmas dan tidak akan masuk ke kasus itu,” kata AKP Suyitno. Pihaknya menyarankan, sengketa pilkades di Desa Sumberanyar diselesaikan dengan baik-baik tanpa kekerasan. “Peraturannya kan sudah ada. Jadi, bisa diselesaikan dengan aturan yang berlaku,” tegas AKP Suyitno. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE