Korban Longsor 2011 Belum Terima Bantuan

0
299

SONGGON – Masih ingat Muhammad Hasanudin, 36, yang menjadi korban tanah longsor 27 Juni 2011? Hingga saat ini, warga Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, tersebut belum menerima bantuan dari pemerintah. Akibatnya, bapak dua anak tersebut terpaksa tinggal di rumah sederhana. Ironisnya, pekan ini dia diminta membongkar rumahnya. 


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

korbanAlasannya, rumah itu berdiri di atas tanah milik orang. Yang lebih memprihatinkan, anak kandung Hasanudin, Ayu Ritamalia, 13, putus sekolah gara-gara tidak punya biaya. “Anak saya yang pertama sudah tidak sekolah lagi. Kelas satu MTs sudah keluar. Nggak punya biaya lagi,” ungkap Hasanudin di temui di rumahnya kemarin. Selama ini dirinya belum mendapatkan kabar baik dari pemerintah.

Loading...

Hal itulah yang membuat putri pertamanya terkena imbas. ‘’Sampai sekarang keluarga saya nggak pernah dapat bantuan. Padahal, banyak di desa saya yang dapat bantuan plesterisasi. Kenapa saya tidak,’’ sesalnya. Sejak musibah itu, dirinya bersama anak dan istrinya masih bertahan hidup di tempat baru. Namun demikian, kabar tak sedap kini menghampirinya. ‘’Saya disuruh pindah dalam minggu ini.

Ini tanah orang. Nggak tahu mau dipindah ke mana. Memang jadi wong cilik hidup serba susah,” jelas pria berambut gondrong itu. Dia menceritakan, di musim hujan seperti saat ini rumahnya kerap tergenang. Sebab, rumahnya masih berada di kawasan lereng. ‘’Kalau nggak percaya, pas hujan datang ke sini. Rumah saya kemasukan air,” tegasnya. (radar)