sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 2B terus dipacu sebagai bagian penting dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Meski hanya memiliki panjang sekitar 18,4 kilometer, ruas tol ini menyedot anggaran yang tidak kecil, yakni mencapai Rp4,146 triliun.
Besarnya nilai investasi tersebut mencerminkan tingkat kompleksitas konstruksi sekaligus peran strategis ruas ini dalam memperkuat konektivitas menuju Kota Jambi.
Proyek ini masuk dalam kategori pembangunan jalan dan jembatan dan telah mulai dikerjakan sejak 2024.
Dibandingkan panjang ruasnya, nilai investasi yang besar menunjukkan bahwa pembangunan Seksi 2B tidak sekadar pekerjaan pembukaan jalan, melainkan melibatkan berbagai pekerjaan teknis dengan tingkat kesulitan tinggi.
Tantangan Teknis di Lapangan
Sejumlah tantangan teknis mewarnai proses pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 2B.
Salah satunya adalah karakteristik tanah di wilayah Jambi yang membutuhkan perlakuan khusus agar konstruksi jalan tol tetap aman dan stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, proyek ini juga memerlukan pembangunan sejumlah struktur jembatan untuk melintasi sungai dan area tertentu.
Penyesuaian trase pun menjadi pekerjaan penting agar jalur tol dapat selaras dengan kondisi geografis setempat, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial.
Faktor-faktor tersebut membuat Seksi 2B menjadi salah satu ruas dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam jaringan JTTS, meskipun panjangnya relatif pendek.
Ruas Strategis Penghubung Antar-Seksi
Tol Betung–Jambi Seksi 2B merupakan lanjutan jalur penghubung Betung (SP Sekayu) – Tempino – Jambi.
Keberadaannya berperan sebagai mata rantai penting yang menyatukan beberapa seksi tol di kawasan Sumatera bagian selatan hingga tengah.
Dengan fungsi tersebut, Seksi 2B dinilai sangat krusial karena tidak hanya menghubungkan antar-ruas, tetapi juga menjadi akses utama menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Jambi. Tanpa ruas ini, konektivitas antarseksi JTTS berpotensi tidak optimal.
Dorong Efisiensi Logistik dan Keselamatan
Jika telah beroperasi penuh, Tol Betung–Jambi Seksi 2B diyakini mampu memangkas waktu tempuh distribusi barang dari wilayah Sumatera Selatan menuju Jambi secara signifikan.
Sumber: hkinfrastruktur.com
Page 2
Jalur ini akan menjadi tulang punggung pergerakan logistik, khususnya bagi angkutan barang dan komoditas unggulan daerah.
Selain efisiensi waktu, keberadaan tol juga diharapkan meningkatkan keselamatan transportasi, mengingat arus kendaraan berat yang selama ini bertumpu pada jalan nasional dapat dialihkan ke jalan tol dengan standar keselamatan yang lebih baik.
Dampak Multiplier bagi Ekonomi Daerah
Pengalaman pembangunan ruas-ruas JTTS sebelumnya menunjukkan bahwa kehadiran jalan tol tidak hanya berdampak pada sektor transportasi.
Infrastruktur ini kerap menjadi pemicu pertumbuhan kawasan industri, jasa, dan properti di sepanjang koridor tol.
Dengan terbukanya akses yang lebih cepat dan andal, kawasan di sekitar Tol Betung–Jambi Seksi 2B berpotensi berkembang menjadi pusat-pusat ekonomi baru.
Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Provinsi Jambi di tingkat regional maupun nasional.
Ruas Pendek yang Menentukan
Dengan peran strategis tersebut, Tol Betung–Jambi Seksi 2B kerap disebut sebagai ruas pendek namun menentukan.
Meski panjangnya tidak sampai 20 kilometer, fungsinya sangat vital dalam mempercepat konektivitas Sumatera bagian selatan dan tengah.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini diharapkan menjadi pengungkit utama bagi kelancaran JTTS secara keseluruhan, sekaligus mempercepat perputaran roda ekonomi dan distribusi logistik di Provinsi Jambi. (*)
Sumber: hkinfrastruktur.com
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 2B terus dipacu sebagai bagian penting dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Meski hanya memiliki panjang sekitar 18,4 kilometer, ruas tol ini menyedot anggaran yang tidak kecil, yakni mencapai Rp4,146 triliun.
Besarnya nilai investasi tersebut mencerminkan tingkat kompleksitas konstruksi sekaligus peran strategis ruas ini dalam memperkuat konektivitas menuju Kota Jambi.
Proyek ini masuk dalam kategori pembangunan jalan dan jembatan dan telah mulai dikerjakan sejak 2024.
Dibandingkan panjang ruasnya, nilai investasi yang besar menunjukkan bahwa pembangunan Seksi 2B tidak sekadar pekerjaan pembukaan jalan, melainkan melibatkan berbagai pekerjaan teknis dengan tingkat kesulitan tinggi.
Tantangan Teknis di Lapangan
Sejumlah tantangan teknis mewarnai proses pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 2B.
Salah satunya adalah karakteristik tanah di wilayah Jambi yang membutuhkan perlakuan khusus agar konstruksi jalan tol tetap aman dan stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, proyek ini juga memerlukan pembangunan sejumlah struktur jembatan untuk melintasi sungai dan area tertentu.
Penyesuaian trase pun menjadi pekerjaan penting agar jalur tol dapat selaras dengan kondisi geografis setempat, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial.
Faktor-faktor tersebut membuat Seksi 2B menjadi salah satu ruas dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam jaringan JTTS, meskipun panjangnya relatif pendek.
Ruas Strategis Penghubung Antar-Seksi
Tol Betung–Jambi Seksi 2B merupakan lanjutan jalur penghubung Betung (SP Sekayu) – Tempino – Jambi.
Keberadaannya berperan sebagai mata rantai penting yang menyatukan beberapa seksi tol di kawasan Sumatera bagian selatan hingga tengah.
Dengan fungsi tersebut, Seksi 2B dinilai sangat krusial karena tidak hanya menghubungkan antar-ruas, tetapi juga menjadi akses utama menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Jambi. Tanpa ruas ini, konektivitas antarseksi JTTS berpotensi tidak optimal.
Dorong Efisiensi Logistik dan Keselamatan
Jika telah beroperasi penuh, Tol Betung–Jambi Seksi 2B diyakini mampu memangkas waktu tempuh distribusi barang dari wilayah Sumatera Selatan menuju Jambi secara signifikan.
Sumber: hkinfrastruktur.com








