BANYUWANGI, KOMPAS.com – Petugas Basarnas dibantu Damkar dan polisi mengerahkan seluruh tenaga untuk mengevakuasi korban kecelakaan beruntun di jalur Banyuwangi-Jember, Kamis (22/1/2026).
Dari peristiwa tersebut, seorang sopir truk bernama Suhaili (62) tewas di lokasi kejadian karena terjepit di kabin truk usai menabrak truk bermuatan besi.
Namun yang menarik adalah kala petugas berjibaku dalam proses evakuasi, warga yang datang justru berebut untuk mendekat. Bukan untuk membantu, namun untuk merekam kejadian menggunakan ponsel masing-masing.
Tak jarang petugas harus berteriak mengingatkan agar masyarakat tak terlalu mendekat dan berpeluang mengganggu proses evakuasi korban.
Baca juga: Tabrakan Beruntun di Jalur Banyuwangi-Jember, Sopir Truk Tewas Terjepit
Namun warga acuh tak acuh, kamera ponsel yang ada dalam genggaman terus diarahkan ke petugas yang melakukan proses evakuasi.
Alih-alih melihat dari jarak aman, mereka saling dorong untuk bisa mengambil gambar terdepan.
“Buat di-share ke grup (whatsapp),” kata salah satu warga di lokasi kejadian, Akmal.
Lain dengan Endro yang mengambil video untuk dibagikan ulang di media sosial Facebook, karena ia mengaku suka membagikan peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
Ia tak menampik bahwa video yang menggambarkan peristiwa kecelakaan cenderung menarik lebih banyak interaksi dengan pengguna lain.
“Iya banyak yang komen,” ucapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Andi Restu Darmawan mengatakan bahwa ia menyayangkan tindakan masyarakat yang berebut mendekat untuk merekam proses evakuasi korban.
Baca juga: Cerita Tukang Becak Banyuwangi Kesulitan Kendalikan Becak Listrik Bantuan Prabowo
Ia meminta masyarakat memperhatikan keamanan bersama dengan melihat dari jarak aman serta mengikuti anjuran petugas agar proses evakuasi berjalan optimal.
“Saya harap masyarakat bisa lebih bijak,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan ekstrikasi karena posisi korban terjepit cukup parah akibat benturan keras.
Tim SAR disebutnya bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel dan ketelitian dalam proses ekstrikasi.
“Kondisi kendaraan yang rusak berat menjadi tantangan tersendiri dalam evakuasi,” terangnya.
Setelah melalui upaya penyelamatan intensif, tiga jam kemudian sopir truk yang terlibat kecelakaan berhasil dikeluarkan dari kabin truk, namun dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi.
Baca juga: Harwin, Pemuda Banyuwangi yang Keliling Dunia Berkat Keahlian Pijat Atletik
Dengan selesainya proses evakuasi, ia berterima kasih kepada seluruh petugas gabungan meliputi petugas SAR, TNI-Polri, BPBD, Damkar, relawan ambulans, hingga masyarakat yang membantu proses evakuasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama seluruh unsur dalam penanganan kejadian ini,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang





