Lagu Oseng Masih Jadi Primadona

0
523

bupati-abdullah-azwar-anas-menyerahkan-penghargaan-kepada-budayawan-banyuwangi-andang-cy


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap lagu Oseng dan Bahasa Oseng tampaknya masih lestari hingga kini. Hal itu terlihat  dalam pergelaran  Festival Lagu  Oseng yang berlangsung di Gesibu belum lama ini.

Tak hanya lagu beraliran jazz atau metal, masyarakat Banyuwangi ternyata tetap mencintai lagu-lagu berlirik Oseng yang mereka lantunkan pada gelaran seni dalam dalam rangkaian Banyuwangi  Festival 2016 tersebut.

Ajang yang diselenggarakan untuk mencari bakat penyanyi lagu Oseng  dan digelar selama tiga hari itu di ikuti oleh penyanyi muda berbakat yang  mampu menyanyikan lagu Oseng dengan nada yang sangat baik. Pada grand final yang digeber di Gesibu itu, tampak ratusan pencinta lagu Oseng yang dengan antusias menyaksikan festival tersebut.

Hampir seluruh tribun Gesibu dipenuhi pencinta lagu Oseng. Dalam grand final tersebut ada sepuluh penyanyi terbaik  untuk mendapatkan gelar juara. Mereka beradu kebolehan menyanyikan lagu yang benar-benar khas Banyuwangi.

Di antaranya seperti, Kembang Galengan, Duweta Using, Donge Mekar, Mawar Putih, Kangen Sing Kebales, Tanah Kelahiran dan yang  beberapa lagu Oseng lainnya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang juga hadir dalam festival itu menga takan, festival  ini sebagai panggung apreasi bagi anak muda yang punya minat  bakat bernyanyi lagu daerah.

Menurut Anas, lagu daerah seperti ini jika disesuaikan dengan lirik yang menginspirasi bisa jadi pendorong semangat anak muda. “Mereka bisa mengasah bakat  dan kemampuannya di ajang   ini. Harapan kami ke depan bisa memunculkan generasi baru  penyanyi yang mampu mengangkat musik daerah,” ujar Anas.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY. Bramuda menambahkan, ajang ini sebagai upaya pemerintah untuk mencari bibit-bibit penyanyi lagu Oseng yang benar sesuai pakemnya. Sebab,  saat ini lagu daerah banyak yang  keluar dari relnya.

Lagu Oseng  asli Banyuwangi ini, kata Bram, memiliki kekhasan tersendiri.  Musiknya didominasi kendang,  biola dan seruling. Sedangkan   li rik sangat bagus biasanya menceritakan tentang kehidupan masyarakat using. Yang dirangkai   dengan bahasa kiasan yang bermakna dalam.

“Dengan festival   ini kami ingin mendapatkan bibit atau generasi baru khusus penyanyi  using yang mampu meng angkat  citra daerah,” tegas nya.   Festival ini diikuti 100 peserta  dari seluruh Banyuwangi. Seratus  peserta tersebut selama tiga hari diseleksi, mulai tahap penyisihan, final hingga grand final.

Di grand final akan didapati juara, runner up, juara III serta lima penyayi Oseng terbaik perempuan dan lima penyayi Oseng laki-laki.  “Bagi yang juara kita akan fasilitasi  untuk bisa rekaman lagu Oseng,’’ tandas Bram. (radar)

Loading...