
GENTENG – Diduga lahan parkirnya di depan Pasar Genteng I direbut orang lain, Afin Mahardika, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, tidak pulang kerumahnya. Lajang 19 tahun yang biasa bekerja sebagai tukang parkir di depan pasar Genteng I itu meninggalkan rumah sejak Minggu (25/5). Saat meninggalkan rumah, anak pasangan suami istri (pasutri) Supriyanto 56, dan Isah 44, itu sempat pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke rumah pamannya di Desa Sragi, Kecamatan Songgon.
Dia pergi dari Genteng ke Desa Sragi dengan jalan kaki dan hanya berbekal tas kresek hitam berisi pakaian serta botol air kemasan ukuran satu liter. “Alfin itu anaknya pendiam. Dia pergi karena tempatnya bekerja diambil alih orang sehingga tidak bisa bekerja,“ jelas Isah dengan didampingi Supriyanto kemarin. Anehnya, ketika Supriyanto menanyakan keberadaan anaknya kepada saudara di Songgon, ternyata Alfin tidak pernah ke sana. Bahkan di beberapa rumah rekan serta saudaranya juga tak ada.
Karena tak juga ditemukan, Supriyanto akhirnya memilih lapor ke Polsek Genteng terkait kepergian anaknya itu, “Ada yang melihat Alfin pakai jaket warna hijau, celana hitam di stasiun Sempu dua hari lalu, namun saya ke sana tidak ada,” pungkas Supriyanto. Dia berharap, siapa pun yang melihat anaknya tersebut, diharapkan menyuruhnya pulang ke rumah. “Kami sangat merindukan Alfin. Kami berharap dia segera pulang,” harapnya. (radar)






