Latih Dokter Cilik hingga Kelas Hamil

0
183

SINGOTRUNAN – Untuk meningkatkan wawasan tentang pola hidup sehat, Puskesmas Singotrunan menggelar pelatihan dokter kecil dan kader kesehatan remaja pekan lalu. Kegiatan yang bekerja sama dengan Tim Pembina UKS Kecamatan Banyuwangi itu merupakan implementasi program Harga Pas dan Kadarsi Anak Tokcer. Selain menambah wawasan bagi peserta, even tersebut juga bertujuan pembinaan dan pengembangan pengelolaan UKS, lingkungan sekolah sehat secara benar, kegawatdaruratan UKS, dan sebagainya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu sesuai yang tercantum TRIAS usaha kesehatan sekolah. Puskesmas Singotrunan yang dipimpin drg. Dwi Yani H. MM.Kes itu juga mengadakan berbagai kegiatan. Antara lain penyuluhan HIV/ AIDS, konseling KB dan kesehatan reproduksi remaja, serta pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil. “Program pembangunan kesehatan dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan. Utamanya pada kelompok paling rentan kesehatan. Yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan nifas serta bayi masa perinatal,” ujar Dwi Yani, dalam sambutannya.

Hal ini, imbuh Dwi, ditandai dengan masih adanya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Masih adanya AKI dan AKB antara lain disebabkan karena ketidakberdayaan seorang ibu dalam memutuskan untuk mendapatkan pertolongan medis apabila terjadi permasalahan pada kehamilan dan bayinya. Hal ini disebabkan salah satunya adalah rendahnya pengetahuan ibu dalam perawatan kesehatan ibu. Serta pengenalan tanda-tanda bahaya obstetri dan neonatal. Kelas ibu hamil merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sarana belajar kelompok tentang kesehatan ibu hamil dengan memanfaatkan buku KIA. Kelas ibu hamil juga melibatkan suami dan keluarga. Sehingga dapat memahami kondisi ibu hamil sampai dengan melahirkan dan merawat bayi.  (radar)

Loading...