LSM Minta Pansus PT.PBS Tidak ‘Masuk Angin’

0
652

“PT. PBS lahir saya masih aktif sebagai anggota DPRD Banyuwangi. Pendiriannya memakan banyak korban, termasuk saya kena hukuman sembilan bulan,” ujar pria yang juga mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi 1999-2004 tersebut.

Eko menambahkan,  pendirian PT. PBS itu berawal ketika mantan bupati Samsul Hadi menginginkan Banyuwangi memiliki ikon yang sekaligus dapat mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD). Maka opsi yang dipilih kala itu adalah membeli dua unit kapal landing craft tank (LCT) untuk dioperasikan di Selat Bali.

“Awalnya, sumbangan dua kapal LCT itu kepada PAD Banyuwangi sangat signifikan. Sayang, sejak beberapa tahun terakhir kontribusi ke PAD terus menyusut,” sesalnya.  Menurut Eko, sejak kali pertama dibentuk, hingga kini PT. PBS telah dipimpin oleh tiga direktur.

Di era kepemimpinan bupati Samsul Hadi, posisi direktur PBS ditempati Hang Suryo. Kemudian, posisi strategis tersebut berpindah tangan kepada Prayudi di masa kepemimpinan Bupati Ratna Ani Lestari. Di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, posisi direktur PT. PBS ditempati Wahyudi.

Eko menambahkan, di antara tiga direktur PT. PBS tersebut,  kinerja Prayudi tergolong paling moncer. Namun, saat posisi direktur PBS digenggam Wahyudi, kinerja perusahaan menurun. “Selain setoran ke PAD terus menyusut, ada dugaan penyalahgunaan wewenang.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Sempat Masuk Ruang Isolasi, Satu Pasien RSUD Blambangan Negatif Corona