Makan Malam dengan Suku Mayabi

0
395
ETNIK: Seniman Suku Mayabi dari Bolivia, Amerika Latin, memainkan musik dan tari tradisional Indian di Wisata Kuliner Dapur Oesing, Banyuwangi, Minggu malam kemarin.

BANYUWANGI – Seniman Suku Mayabi dari Bolivia, Amerika Latin, tampil di Kota Gandrung Minggu malam kemarin (1/4). Tarian mereka yang rancak dan atraktif memukau warga yang mengunjungi Wisata Kuliner Dapur Oesing, Banyuwangi, malam itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Meski hanya tiga personel, para seniman Indian itu mampu menghadirkan nuansa seni asli Amerika ke Banyuwangi. “Ini untuk menambah wawasan seni dan budaya bagi warga Banyuwangi,” cetus owner Wisata Kuliner Dapur Oesing, Bambang Haryono.

Menurut Bambang, seniman Suku Mayabi itu sengaja datang dari Bolivia. Rencananya, mereka akan menghibur warga Bumi Blambangan hingga Kamis mendatang. “Tapi karena acaranya padat, hanya bisa tampil dua malam saja,” terangnya.

Ketiga seniman Indian itu lebih banyak menonjolkan seni etnik daerah mereka. Selain membawakan sejumlah lagu, mereka juga menampilkan aneka instrument dan tari. “Terima kasih,” cetus salah satu personel dengan bahasa Indonesia yang kaku.

Dalam pentas yang dimulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00 itu mereka tidak berkomunikasi dengan para penonton. Kata-kata yang keluar hanya terima kasih dan selamat datang. Selebihnya, mereka hanya menampilkan musik etnik daerahnya dan sesekali melayani permintaan foto bersama saat istirahat.

“Mereka mau diajak foto bersama,” kata Bambang. Acara seni yang menghadirkan seniman mancanegara itu rencananya akan dijadikan agenda rutin di Wisata Kuliner Dapur Oesing. Selain itu, pengelola tempat tersebut juga
akan menampilkan seni lokal.

“Dengan menampilkan seni daerah lain, kita ingin memberikan suguhan lain kepada warga Banyuwangi,” dalihnya. Bambang menyebut, Banyuwangi kaya seni dan budaya. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, bisa lebih menggerakkan para seniman dan budayawan untuk berkreasi. “Kami sangat mendukung kegiatan seni dan budaya,” ujarnya.

Wisata Kuliner Dapur Oesing yang baru sepekan dibuka tersebut menyajikan beragam makanan dan oleh-oleh asli Banyuwangi. Para pedagang yang ada, jelas dia, adalah pedagang kaki lima (PKL) di Banyuwangi. “Ada 70 PKL yang ikut berjualan, yang masuk waiting list ada sekitar 300 PKL,” terangnya. (radar)