sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Malam pisah sambut berlangsung mengharukan. Ketika diberi kesempatan sambutan di podium, Kombespol Rama Samtama Putra yang didampingi istri Ny. Nova Samtama Putra sempat menyeka air mata.
Dia tidak bisa menahan tangis mengingat tugas dan kedekatan dengan anggota dan masyarakat.
Melihat Rama berhenti sejenak berbicara, Kombespol Rofiq Ripto Himawan maju ke podium memberikan selembar tisu untuk menyeka air mata.
”Bagi kami bukan ini bukan perpisahan, hati kami tetap cinta Banyuwangi,’’ cap Rama meneruskan sambutannya.
Banyak suka dan duka yang dirasakan Rama selama 15 bulan bertugas di Banyuwangi.
Kali pertama menginjakkan kaki di Bumi Blambangan, Rama sudah dihadapkan tugas berat terkait pengamanan Pilkada Serentak 2024.
Tugas berat berikutnya mengatur kemacetan panjang di jalan arteri menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.
“Alhamdulillah selama menjabat semua berjalan damai, aman dan kondusif. Semua berkat bantuan rekan-rekan, stakeholder dan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Rama.
Berikutnya, proses identifikasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Prama Jaya di Selat Bali yang menewaskan banyak penumpang kapal.
”Semua tugas kita jalani dengan penuh tanggung jawab. Kuncinya, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya akui, keberhasilan ini berkat dukungan anggota Polresta Banyuwangi, TNI, Pemkab, dan lintas elemen,’’ kata Rama.
Kepada penggantinya yang baru, Rama berharap harus lebih baik. Program-program rutin seperti layanan lewat Wadul Kapolresta, Mayur Kamtibmas, Jumat Berkah, dan silaturahmi dengan toga, tomas, media, dan semua elemen harus tetap dijaga.
”Kali pertama bertugas di Banyuwangi, setiap hari Kamis, kami rutin melaksanakan santunan anak yatim. Kami berharap tradisi ini dilanjutkan. Setelah kami sampaikan ke Pak Rofiq, selain santunan anak yatim juga akan ditambah khataman Al-Quran tiap hari Kamis,’’ kata Rama.
Rama menyampaikan terima kasih kepada warga Bumi Blambangan yang telah memberikan dukungan dan kerja samanya.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada kepada perwira, Pejabat Utama (PJU), dan Kapolsek di lingkungan Polresta Banyuwangi, termasuk Wakapolresta Banyuwangi, AKPB Teguh Priyo Wasono.
Page 2
Dia berharap kehadiran Kombespol Rofiq banyak mendapat dukungan warga Banyuwangi. Dia pemimpin yang baik dan akan membuat Banyuwangi lebih baik.
“Dengan lubuk ahti yang dalam,s aya atas nama pribadi mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan dan kekhilafan. Menginspirasi orang boleh, tapi jadikan diri kita menginspirasi orang lain,’’ pesannya.
Usai pisah sambut, Sabtu siang dilakukan apel farewell, yaitu sebuah tradisi upacara di lingkungan Polri yang menandai acara pisah sambut atau serah terima jabatan (sertijab).
Melewati pasukan pedang pora, Kapolresta Rama berjalan didampingi sang istri meninggalkan Markas Polresta Banyuwangi.
Di belakangnya berjalan Kapolresta yang baru, Kombespol Rofiq Ripto Himawan menuju pintu keluar Polerta Banyuwangi.
Di pintu keluar sudah disambut ratusan pendukung dan fans Rama Samtama Putra. Ada Adira (Anak Didik Rama) dari kalangan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Omeg), serta siswa dari Lembaga Pelatihan Kerja Nusantara Gakkou Cluring. Mereka melepas Rama dengan iringan doa dan pelukan haru.
”Terima kasih Bang Rama yang telah ikut menjaga kondusivitas Banyuwangi dari segala bentuk ancaman gangguan kamtibmas,’’ ujar Mamat, aktivis asal Cluring yang ikut mengerahkan ratusan siswa Lembaga Pelatihan Kerja. (rio/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Malam pisah sambut berlangsung mengharukan. Ketika diberi kesempatan sambutan di podium, Kombespol Rama Samtama Putra yang didampingi istri Ny. Nova Samtama Putra sempat menyeka air mata.
Dia tidak bisa menahan tangis mengingat tugas dan kedekatan dengan anggota dan masyarakat.
Melihat Rama berhenti sejenak berbicara, Kombespol Rofiq Ripto Himawan maju ke podium memberikan selembar tisu untuk menyeka air mata.
”Bagi kami bukan ini bukan perpisahan, hati kami tetap cinta Banyuwangi,’’ cap Rama meneruskan sambutannya.
Banyak suka dan duka yang dirasakan Rama selama 15 bulan bertugas di Banyuwangi.
Kali pertama menginjakkan kaki di Bumi Blambangan, Rama sudah dihadapkan tugas berat terkait pengamanan Pilkada Serentak 2024.
Tugas berat berikutnya mengatur kemacetan panjang di jalan arteri menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.
“Alhamdulillah selama menjabat semua berjalan damai, aman dan kondusif. Semua berkat bantuan rekan-rekan, stakeholder dan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Rama.
Berikutnya, proses identifikasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Prama Jaya di Selat Bali yang menewaskan banyak penumpang kapal.
”Semua tugas kita jalani dengan penuh tanggung jawab. Kuncinya, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya akui, keberhasilan ini berkat dukungan anggota Polresta Banyuwangi, TNI, Pemkab, dan lintas elemen,’’ kata Rama.
Kepada penggantinya yang baru, Rama berharap harus lebih baik. Program-program rutin seperti layanan lewat Wadul Kapolresta, Mayur Kamtibmas, Jumat Berkah, dan silaturahmi dengan toga, tomas, media, dan semua elemen harus tetap dijaga.
”Kali pertama bertugas di Banyuwangi, setiap hari Kamis, kami rutin melaksanakan santunan anak yatim. Kami berharap tradisi ini dilanjutkan. Setelah kami sampaikan ke Pak Rofiq, selain santunan anak yatim juga akan ditambah khataman Al-Quran tiap hari Kamis,’’ kata Rama.
Rama menyampaikan terima kasih kepada warga Bumi Blambangan yang telah memberikan dukungan dan kerja samanya.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada kepada perwira, Pejabat Utama (PJU), dan Kapolsek di lingkungan Polresta Banyuwangi, termasuk Wakapolresta Banyuwangi, AKPB Teguh Priyo Wasono.








