Mampu Produksi Gula Merah 2,5 Ton per Hari

0
393
MANIS: Seorang warga Dusun Mangli memproses air sadapan kelapa menjadi gula merah.
MANIS: Seorang warga Dusun Mangli memproses air sadapan kelapa menjadi gula merah.

KARANGSARI – Ada ribuan pohon kelapa yang tumbuh di seantero Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Pohon-pohon yang menjulang tinggi itu ternyata tidak hanya dibudidayakan untuk menghasilkan buah kelapa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagian di antaranya dimanfaatkan untuk menghasilkan nira kelapa (legen) yang akan diolah menjadi gula merah. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 70 warga yang tinggal di Dusun Nganjukan dan Mangli, menggeluti usaha pengolahan gula merah tersebut.

Hasilnya cukup mencengangkan. Dalam sehari, total produksi mereka mencapai tiga ton. “Selain dipasarkan di wilayah Banyuwangi, gula hasil produksi masyarakat kami juga dikirim ke salah satu pabrik kecap berskala nasional,” ujar Kepala Desa (Kades) Karangsari, HM Sholeh.

Loading...

Dikatakan, selain gula merah, Desa Karangsari juga memiliki komoditas unggulan yang lain, yakni tape singkong. Salah satu usaha tape rumahan yang cukup besar terdapat di Dusun Mangli. Hebatnya, kapasitas produksi home industry itu mencapai 2,5 ton per hari. “Usaha ini (pengolahan tape singkong) juga menyerap banyak tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar,” papar Sholeh.

Sholeh menambahkan, bahan baku kedua komoditas unggulan tersebut banyak terdapat di Desa Karangsari. Sehingga para produsen hanya perlu sesekali mendatangkan bahan baku nira kelapa maupun singkong dari luar desa. Pernyataan kades dibenarkan oleh Musamah, 40, seorang pembuat gula kelapa.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2