Beranda Sosial Mancing Dapat Mortir Lagi

Mancing Dapat Mortir Lagi

0
464
BERBAHAYA: Petugas Pos Polair Muncar menunjukkan dua mortir yang ditemukan nelayan Muncar kemarin.
BERBAHAYA: Petugas Pos Polair Muncar menunjukkan dua mortir yang ditemukan nelayan Muncar kemarin.

MUNCAR – Lagi-lagi nelayan yang beroperasi di perairan Laut Se-latan dikejutkan dengan penemuan mortir. Sama seperti penemuan sebelumnya, mortir yang ditemukan kali ini juga berjenis roket. Ukuran panjang, diameter, dan jumlah sirip belakang, bom kali ini serupa dengan bom yang ditemukan akhir bulan Maret lalu. Yang tidak kalah mengejutkan, penemu mortir kali ini tidak lain adalah Mispan, 36, nelayan asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dialah orang yang pada akhir bulan lalu me-nemukan bom serupa. Bom seberat lebih dari 10 kilogram (kg) dan panjang 65 centimeter (cm) itu dia temukan tidak jauh dari lokasi penemuan se-belumnya, yakni di perairan Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo. Bahkan, Mispan mengaku ada dua unit bom yang tersangkut di kailnya. Namun, satu bom lain terjatuh sesaat sebelum sampai di tangannya.

“Setelah perahu yang dia (Mispan) tumpangi sandar di Pelabuhan Muncar, mortir itu langsung dise-rahkan kepada kami,” ujar Kanit Polisi Perairan (Po-lair) Muncar, Bripka Bambang S., kemarin (3/5). Hingga kini, sudah dua mortir yang diamankan di Pos Polair Muncar. Sebab, mortir yang sebelumnya juga ditemukan Mispan masih berada di Pos Polair ter-sebut. “Kami akan berkoordinasi dengan Kasat (Kasat Po-lair Polres Banyuwangi, AKP Bahrul Anam, Red) untuk me-nentukan langkah selanjutnya,” tegas Bambang.

Loading...

Seperti pernah diberitakan,  petugas Satpolair Polres Banyuwangi mengamankan satu unit mortir jenis roket. Bom yang jika meledak imbasnya diyakini bisa merusak bangunan dengan radius ratusan meter dari pusat ledakan tersebut dite-mukan Mispan, 36, nelayan asal Dusun Muncar Baru, Desa Tem-bokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu pagi lalu (25/4).

Saat itu, dia dan lima rekannya sedang memancing ikan di sekitar perairan Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo. Mispan sempat mengira bahwa yang tersangkut di mata kailnya adalah ikan berukuran cukup besar. Sebab, saat tali pancing jenis  merawe itu dia tarik, dia merasakan beban yang cukup berat. Namun, ternyata dugaan Mispan salah. Dia pun terkejut saat mendapati logam yang bentuknya  menyerupai roket tersangkut di salah satu mata kailnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!