Mantan Napi Hajar Selingkuhan

0
154
RUSAK: Siti Munawaroh didampingi Hadi Purwanto menunjukkan sepatu
dan sandal yang sudah terpotong-potong.

GENTENG- Langkah Siti Munawaroh, 37, memutuskan hubungan gelap dengan oknum satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ternyata berbuntut anarkis. Sebab, janda asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu malah menerima bogem mentah dari oknum penegak peraturan daerah (perda) yang pernah kesandung narkoba tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ditemui di rumahnya kemarin, Siti Munawaroh menjelaskan, penganiayaan yang menimpa dirinya itu terjadi Senin lalu (30/7) pukul 18.30. Saat itu, pelaku berinisial SH mendatangi rumahnya. Tanpa banyak cakap, oknum Satpol PP tersebut langsung berulah. Sekadar tahu, tanggal 28 Juni 2012 lalu SH baru keluar Lapas Banyuwangi. ”Setelah dia masuk, wajah saya langsung dipukul, saya pun tersungkur,’’ ungkapnya.

Menerima perlakuan itu, Munawaroh langsung menuju RSUD Genteng untuk minta visum et repertum. Didampingi Hadi Purwanto, 32, malam itu juga Munawaroh langsung melaporkan kasus tersebut kepada polisi. “Saya sekarang sudah tidak takut sama dia. Mulai dulu saya sudah sering diperlakukan seperti ini, bahkan kamar saya pernah dibakar sama dia,” terang Munawaroh.

Wartawan koran ini berusaha menghubungi SH melalui ponselnya kemarin. Namun sayang, dua nomor yang diterima Jawa Pos Radar Banyuwangi dari Siti Munawaroh itu ternyata tidak aktif. Kapolsek Genteng, Kompol Heru Kuswoto, mengaku sudah menerima laporan tersebut. Pihaknya akan memanggil SH untuk dimintai keterangan. ”Terlapor akan kami panggil untuk kita mintai keterangan,” tandasnya. (radar)

Loading...