Masykur Terpilih Kembali

0
345

masykurTEGALSARI – Duet incumbent Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH. Ahmad Hisyam Syafaat dan Ketua Tanfidziah H. Masykur Ali terpilih kembali memimpin PCNU untuk periode ketiga. Keduanya berhasil mengalahkan kandidat lain di arena Konferensi Cabang (Konfercab) NU di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari yang berakhir pukul 17.00 kemarin (13/1).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, proses pemungutan suara untuk memilih kandidat Rais Syuriah dan Ketua Tanfi dz PCNU dilakukan secara bersamaan. Namun saat penghitungan suara dilakukan secara sendirisendiri, yaitu suara Kandidat Rais Syuriah PCNU dilakukan terlebih dahulu. Seperti telah diprediksi sebelumnya, saat proses penghitungan suara untuk Rais Syuriah nama Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, KH. Ahmad Hisyam Syafaat melenggang meninggalkan kandidat lainnya.

Sampai pada penghitungan surat suara terakhir, nama Gus Hisyam meraup 370 suara dari total 539 suara yang diperebutkan. Sedang sisanya diraih KH. Kafrawi 25 suara, KH. Zainullah Marwan 20 suara, KH. Ahmad Shidiq 15 suara, KH. Ali Hasan 11 suara, KH. Hasyim Syafaat 9 suara, H. Masykur Ali 8 suara, KH. H. Ali Maki Zaini 6 suara, KH Fachrudin Manan (Gus Pukul) 4 suara, dan KH. Muafi q Amir 1 suara, serta beberapa kiai lain. Dengan demikian, maka Gus Hisyam menjadi satu-satunya kandidat Rais Syuriah yang mampu melampaui persyaratan untuk maju yaitu minimal mendapat 250 suara .

Sehingga secara otomatis, Gus Hisyam terpilih menjadi Rais Syuriah untuk periode ketiga. Sementara itu, seperti diprediksi sebelumnya juga, pertarungan memperebutkan suara dukungan sebagai Ketua Tanfi dz PCNU benar-benar membuat para peserta merasa tegang. Dua nama yang selama ini memang digadang-gadang yaitu incumbent H. Masykur Ali dan wakilnya H. Ali Maki Zaini (Gus Maki), benar-benar bersaing ketat dan suaranya saling kejar. Kali pertama penghitungan surat suara, nama Gus Maki langsung mendominasi perolehan suara meninggalkan rivalnya Masykur Ali.

Bahkan mendominasinya suara Gus Maki yang terus merangkak naik ini sempat mendapat tepuk tangan dari para pendukungnya. “Terus!!” teriak beberapa pendukungnya. Namun ketika sudah sampai ke angka 30, mendadak suara Gus Maki sempat terhenti. Kali ini, giliran suara Masykur Ali terus mengejar sampai akhirnya melampaui angka 30 milik Gus Maki. Sejak angka 30 itu, perolehan suara Masykur Ali terus merangkak naik. Meski suara Gus Maki juga terus muncul, namun hanya mampu mengikuti di bawahnya. Kali ini giliran pendukung Masykur Ali yang mulai bersuara. “Terus…….!”teriak para pendukungnya Masykur.

Sampai penghitungan surat suara terakhir, perolehan suara Gus Maki tetap tak mampu mengejar. Suaranya terhenti di angka 241 suara sedang Masykur Ali berhasil meraup 291 suara. Dengan demikian, Masykur Ali menjadi satu-satunya kandidat yang lolos melampaui persyaratan dukungan minimal yaitu 250 suara. Kontan, kondisi ini membuat para pendukung Masykur semringah. Secara spontan mereka langsung meneriakan yel-yel kemenangan. “Hidup Pak Masykur, hidup Pak Masykur,” teriak para pendukung Masykur. Namun tak lama kemudian, yel-yel tersebut berganti dengan suara Salawat Badar.  (radar)

Loading...

There were no listings found.

Kata kunci yang digunakan :