Mayat Sapran Menggantung di Pohon

0
4442
Sapran tewas menggantung di pohon rambutan di tengah kebun salak Dusun Krajan Wetan, Desa Wonosobo, Sabtu siang (10/6).

SRONO – Warga Dusun Krajan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, digegerkan dengan penemuan mayat yang telah membusuk, Sabtu siang (10/6). Saat ditemukan, mayat berkelamin lelaki itu tubuhnya menggantung di pohon rambutan yang ada di tengah kebun salak.

Korban yang tubuhnya sudah penuh dengan belatung itu, ternyata Sapran, 65, warga setempat. Dugaan kuat, korban yang diduga sudah meninggal sejak enam hari lalu itu bunuh diri karena sedang mengalami depresi.

Mayat Sapran kali pertama ditemukan Sukarno, 68, tetangganya sendiri. Sekitar pukul 14.00, Sukarno pergi ke kebun salak untuk mencari kayu bakar. Setiba di kebun, mencium bau busuk. “Saya penasaran, lalu mencari sumber bau itu,” katanya.

Loading...

Saat tiba sekitar pohon rambutan, Sukarno terperanjat melihat sosok mayat yang menggantung di pohon rambutan. Di leher mayat itu, ada tali yang menghubungkan ke pohon rambutan. “Mayatnya sudah membusuk dan sulit dikenali wajahnya,” ujarnya.

Takut dengan apa yang dilihat, Sukarno melaporkan pada ketua RT, Slamet, 48, dan Kepala Dusun Krajan Wetan, Desa Wonosobo, Supriyanto, 47. Selanjutnya, penemuan mayat itu dilaporkan ke polsek.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last