Mengolah Gedebok Sampah Menjadi Pakan

0
5521
TERBAIK: Mesin Bokhasi Maker andalan Untag Banyuwangi (kiri). Dekan FT Untag Endang S (atas).

Mesin bokashi maker hasil kreasi dosen dan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi meraih prestasi membanggakan. Mesin chopper dan grinder 2 in 1 itu menjadi yang terbaik tingkat nasional pada Gelar Teknologi Tepat Guna 2012 di Batam, Riau.

INSPIRASI memang bisa datang kapan pun dan di mana pun. Tidak melulu dari tempat-tempat spesial yang pernah kita kunjungi. Kehidupan masyarakat di sekeliling kita juga tak jarang mampu menyembulkan ide brilian yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Bahkan, inspirasi semacam inilah yang justru berdampak signifikan terhadap lingkungan sekitar.

Seperti itulah awal ide pembuatan bokashi maker chopper and grinder 2 in 1 oleh sejumlah dosen Fakultas Teknik Untag Banyuwangi yang berkolaborasi dengan seorang alumnus universitas yang dikenal dengan istilah “Kampus Merah Putih” tersebut. Seperti diungkapkan Dekan Fakultas Teknik Untag Banyuwangi, Endang S, ST. MT.

Dikatakan, ide pembuatan mesin bokashi maker itu berawal dari rasa prihatin terhadap banyaknya batang pohon pisang (gedebok) yang berserakan di kebun warga Banyuwangi Kebetulan, Endang dan sejumlah dosen Untag memiliki ternak. Karena itulah, tercetus ide membuat se buah mesin yang dapat mencacah (chopper) gedebok pisang yang dianggap masyarakat sebagai sampah itu menjadi pa kan ternak.

Apalagi, gedebog adalah salah satu komoditas yang memiliki kandungan serat tinggi. Dengan adanya mesin chopper, para peternak tidak lagi hanya menggantungkan pakan hewan kepada rumput hasil ngarit. Karena itu, mesin tersebut dirancang tidak hanya bisa mencacah gedebok, tapi bisa juga bisa mencacah rumput gajah, jerami, dan lain-lain.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last