Meniru Terobosan Aparat Desa Tamansari

0
373

Terobosan baru dilakukan oleh aparat Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Perjuangan mereka untuk mendapatkan corporate social responsibility (CSR) dari PT. Perkebunan Lidjen akhirnya tercapai.

Warga akhirnya bisa ”kecipratan” berkah dari perusahaan yang bergerak dalam perkebunan cengkih dan kopi tersebut. Sejarah baru itu tercetus di Balai Desa Tamansari, kemarin.

Sejumlah pejabat penting hadir dalam penandatanganan MoU. Tidak semestinya pejabat selevel Ketua DPRD Hermanto hadir dalam MoU tersebut. Biasanya Hermanto paling ”malas” menghadiri acara seremonial seperti itu.

Apalagi, acaranya hanya sekadar meneken MoU. Namun, kali ini ketua DPRD yang terhormat itu sudi hadir di tengah-tengah puluhan warga Tamansari. Hermanto bersama Kapolres Nanang Masbudi hadir secara khusus untuk meneken MoU dengan PT. Lidjen.

Hermanto pun memuji langkah aparat Desa Tamansari untuk memperoleh CSR. Bukan hanya Hermanto, kapolres juga turut mengapresiasi langkah warga Tamansari itu. Sebagai pendorong semangat kerja, kapolres langsung memberikan hadiah dua sepeda motor kepada anggotanya yang tergabung dalam polisi desa.

Dengan pemberian dua motor itu, kinerja polisi desa diharapkan semakin maksimal. Langkah yang dilakukan aparat Desa Tamansari meneken MoU dengan PT. Lidjen memang patut diacungi jempol. Apa yang dilakukan warga Tamansari bisa menjadi pilot project desa-desa lain yang di desanya berdiri perusahaan besar.

Sudah saatnya perusahaan ”wajib” memberikan CSR kepada warga sekitar. Jika komitmen memberikan CSR itu dilakukan oleh semua perusahaan di Banyuwangi, kami yakin tidak akan ada gejolak antara perusahaan dengan warga.

Diakui atau tidak, gejolak warga dengan perusahaan kadang dipicu ”bagi-bagi kue” perusahaan yang tidak merata kepada warga. Malahan, ada perusahaan yang apatis dengan kerusakan sarana transportasi yang mereka lewati sehari-hari.

Kami sepakat dengan pernyataan Ketua DPRD Banyuwangi Hermanto agar desa-desa lain meniru pola kemitraan yang diterapkan oleh aparat desa Tamansari. Jika pola ini ditempuh, kami yakin rakyat yang di desanya berdiri perusahaan besar akan lebih makmur. Mbok Nah dan Mbok Tun akan bisa merasakan kesejahteraan dari perusahaan.

Mudah-mudahan ke depan, perusahaan (baca: PT perkebunan) lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap wong cilik. Semoga saja! (radar)