Merayakan Ulang Tahun ke-20 di Kamboja

0
363

GOOD bye teacher, see you tomorrow, thank you teacher, and good luck for you”.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Begitulah salam dari anak-anak yang kemudian saya kenal sebagai murid ketika usai pelajaran. Masih teringat jelas sekitar 2 bulan yang lalu saya berangkat ke Kamboja untuk exchange experience melalui salah satu organisasi internasional di 110 negara.

Yaitu AIESEC, yang salah satunya berada di Universitas Brawijaya, Malang. Bersama 14 teman lainnya dari berbagai negara seperti Tiongkok, Taiwan, Belanda, Krosow, Spanyol, Bulgaria, dan Prancis; kami menjalani misi sosial sebagai guru yang mengajar anak anak lokal di Kamboja.

Dalam level internasional, Kamboja disebut Kingdom of Cambodia karena menggunakan sistem kerajaan monarki dalam pemerintahannya. Proyek saya berada di provinsi Siem Reap yang merupakan pusat pariwisata dunia dengan keberadaan Angkor Wat, yaitu situs candi dunia yang dilindungi UNESCO.

Sehingga Siem Reap menjadi provinsi dengan biaya hidup termahal dibanding provinsi lain. Saya menemukan tantangan tersendiri karena tidak mudah untuk hidup mandiri di Kamboja dengan budaya Budha Theravada yang sangat kental.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last