Merpati, Jangan Lagi Ingkar Janji

0
414

TRANSPORTASI udara dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, menuju Bandara Juanda, Surabaya, atau sebaliknya semakin sering dikeluhkan. Para penumpang yang dulu banyak memanfaatkan jasa transportasi udara, sejak beberapa bulan lalu mulai kurang bergairah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kondisi itu bukan karena mereka tidak tertarik menggunakan jasa penerbangan, melainkan lebih banyak dipengaruhi layanan operator penerbangan yang sering tidak konsisten. Terutama, terkait jadwal terbang yang sering berubah-ubah.

Padahal, sejak penerbangan perdana dibuka Desember 2010 lalu, antusias masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara tersebut cukup besar. Terbukti, penerbangan reguler yang awalnya hanya dilayani pesawat jenis twin otter berkapasitas 9 penumpang milik maskapai Sky Avation hampir selalu penuh.

Bahkan, empat bulan kemudian, operator penerbangan Sky Avation yang melayani rute Surabaya–Banyuwangi–Denpasar pergi-pulang itu mengganti pesawat mereka dengan pesawat yang lebih besar, yakni Fokker 50 berkapasitas 48 tempat duduk.

Dengan alasan rugi, jalur Banyuwangi–Denpasar dan sebaliknya mulai 18 Juli 2011 dihentikan untuk sementara. Sementara itu, jalur Banyuwangi–Surabaya dan sebaliknya yang semula dilayani empat kali seminggu dipangkas menjadi tiga kali. Adanya kekosongan empat hari dalam seminggu itu akhirnya diisi operator penerbangan pelat merah, Merpati Nusantara Airline (MNA).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last