Minggu Tetap Buka, Situs Tak Bisa Diakses

0
533

BANYUWANGI – Meski hari libur, pelayanan di Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tetap buka. Sayang situs untuk PPDB online tidak dapat diakses karena sedang mengalami perbaikan.

Sekretaris Dispendik Dwi Yanto menjelaskan, bahwa waktu yang seharusnya digunakan untuk hari libur itu dimanfaatkan untuk menyelesaikan beberapa permasalahan PDB. Diantaranya adalah entry terlambat dari beberapa sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Dan permasalahan nilai web PPDB yang masih tidak sesuai dengan rapor. Dwi menjelaskan, jika permasalahan kesalahan nilai, sebenarnya terjadi karena kesalahan entry operator sekolah, bukan dari operator dinas. Karena, jauh hari sebelum PPDB online dimulai, dinas meminta sekolah untuk menyelesaikan entry nilai rapor siswa.

Meski begitu, dia menambahkan bahwa dinas tetap berusaha membantu beberapa permasalahan  pendaftar terkait nilai PPDB. “Untuk memasukkan nilai, kita tidak bisa satu persatu, harus secara keseluruhan karena itu hari ini (kemarin) sistem sementara ditutup untuk membantu memperbaiki  beberapa ketidak sesuaian nilai  siswa,” jelasnya.

Selain itu, Dispendik juga melayani beberapa pendaftar dari luar kota yang masih terus berdatangan. Karena data dari para siswa itu tidak ada di database Dispendik, mereka harus menyerahkan data secara langsung untuk di-entry operator dinas.

“Tahun lalu pendaftar dari  luar kota mencapai 111 siswa. Tahun ini sudah mencapai 187 orang. Mereka mendapat jatah 10 persen  dari total pagu di setiap tingkatan,”  jelasnya.  Sementara itu, terkait ramainya orang tua siswa yang datang ke  kantor Dinas Pendidikan Banyuwangi pada hari ketiga penyelenggaraan PPDB online, Dwi  menjelaskan jika hal tersebut terjadi karena Dispendik membuat kebijakan layanan satu langkah.

Diantaranya untuk melayani peserta didik dari luar kota, peserta  didik dari tahun sebelumnya, konfirmasi orang tua terhadapa nilai kosong dan selisih rerata. Karena layanan itulah, kata Dwi, banyak sekali orang tua  yang hadir. Padahal sebenarnya  mereka dapat memperoleh layanan yang sama di sekolah.

Namun agar orang tua tidak  bingung, maka dioptimalkanlah layanan tersebut yang akan terus berlangsung sampai hari Selasa (7/6) nanti.”Kita saat itu juga langsung melayani mereka. Jumlah yang meminta klarifikasi  juga tidak banyak, hanya 15-an orang. Sisanya adalah yang mau mendaftar,” jelas Dwi. (radar)