Guru Bakal Dimutasi Lima Tahun Sekali

0
815

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memenuhi kekurangan jumlah tenaga guru terus berjalan. Selain tetap memanfaatkan tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) dan pengusulan formasi guru dengan jumlah banyak sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun depan, Dinas Pendidikan bersama USAID merancang peraturan bupati (perbup) tentang penataan, pemindahan, dan pemerataan, guru di Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam draf perbup tersebut, Dispendik berupaya mengefektifkan sumber daya guru yang saat ini ada. Draf yang direvisi di hadapan para stakeholder dunia pendidikan tersebut akan mengoptimalkan tenaga guru PNS dan K2 dengan cara merotasi  mereka.

Rotasi itu disesuaikan kebutuhan dan berdasar kesadaran masing-masing guru dalam memenuhi kekurangan tenaga pendidik profesional yang ada. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, melalui Sekretaris Dispendik, Dwi Yanto, menjelaskan bahwa poin penting yang terdapat di dalam perbup tersebut adalah rotasi guru yang bertugas selama lima tahun atau lebih di satu sekolah.

Hal tersebut menurutnya menjadi inovasi dalam dunia pendidikan demi memenuhi kekurangan. Namun, dia menegaskan, mutasi tersebut bukanlah sebuah sanksi bagi guru. Itu upaya agar para guru terus dapat kualitasnya dan kualitas sekolah tempat mengajar.

Menurut Dwi, Banyuwangi masih kekurangan tenaga guru, khususnya guru kelas untuk sekolah dasar, guru mata pelajaran bahasa Indonesia, guru agama, dan guru olahraga. Dengan mutasi semacam itu, kata dia, sekolah bisa memenuhi  kekurangan guru yang ada di tempatnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last