Motifnya Utang Rp 500 Juta

0
401
DISUMPAH: Beberapa saksi dalam sidang kasus pembunuhan keluarga Rosan di Pengadilan Negeri Banyuwangi siang kemarin.
DISUMPAH: Beberapa saksi dalam sidang kasus pembunuhan keluarga Rosan di Pengadilan Negeri Banyuwangi siang kemarin.

Kasus Pembunuhan Sadis Keluarga Rosan di Sempu


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Motif pembunuhan berencana terhadap keluarga Rosan sedikit terkuak dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (1/8). Beberapa saksi untuk terdakwa Muhamad Ali Hinduan alias Habib alias Muhdi Uraidi bin Ali, 44, itu menguatkan dugaan bahwa kasus pembunuhan itu berlatar belakang utang Rp 500 juta.

Sidang yang dipimpin hakim Siyoto didampingi hakim anggota Widarti dan Afrizal Hady tersebut mengagendakan pemeriksaan saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) Hari Utomo menghadirkan empat saksi sekaligus. Sebelum sidang dimulai, terdakwa Habib asal Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu mengaku demam.

Tetapi, terdakwa yang diduga berperan sebagai dalang pembunuhan keji terhadap keluarga Rosan; istrinya, Siti Jamilah, 37; dan putra semata wayangnya, Deri Pradana, 14; itu mengaku masih sanggup menjalani sidang. Sementara itu, salah satu saksi yang dihadirkan adalah tetangga sekaligus kakak angkat Siti Jamilah, yakni Jamiri, 51, warga Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Dari keterangan Jamiri terungkap, dugaan motif pembunuhan terhadap keluarga Rosan adalah masalah utang-piutang. “Beberapa hari setelah kematian para korban, saya mendapati kuitansi di samping pesawat televisi. Isi kuitansi itu adalah transaksi utang Habib kepada Siti Jamilah. Nominalnya sekitar Rp 500 juta,” ungkap Jamiri.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last