MoU dengan PT INKA, SMKN Ihya’ Ulumiddin Buka Jurusan Industri Kereta Api

0
705
Kepala UPT SMKN Ihya Ulumudin Gatot Kurnianto (dua dari kiri) menyerahkan dokumen MoU pada General Manager Human Capital PT INKA Puguh Dwi Tjahjono (kiri), disaksikan Wabup Banyuwangi Yusuf Wudyatmoko (dua dari kanan), dan Pengasuh Pesantren Ih.

SINGOJURUH – SMKN Ihya’ Ulumiddin yang berlokasi di kompleks Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, melaunching jurusan Industri untuk  menyiapkan tenaga kerja yang profesional.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bersamaan dengan pembukaan jurusan baru itu, sekolah melakukan kerjasama dengan  PT Inka. “Untuk jurusan Industri ini, kita MoU dengan PT Inka,” cetus Kepala Unit Pelaksanaan Teknik (UPT) SMKN Ihya’ Ulumiddin, Gatot Kurnianto.

Untuk jurusan industri ini, terang Gatot, akan mulai dibuka pada tahun ajaran 2018/2019 ini. Dan pada tahun ajaran ini, akan dibuka kelas Industri Kereta Api. Kelas itu, nantinya akan dikhususkan untuk PT INKA.

“Semua siswa, guru, dan ketua yayasan Ihya’ Ulumiddin mendukung penuh pembukaan jurusan baru ini,” katanya.

Menurut Gatot, selama ini SMKN Ihya’ Ulumiddin sudah memiliki enam jurusan, yaitu jurusan TKR, Akutansi, TKI, Multimedia, Tata Busana, dan Tata Boga. Dengan adanya jurusan baru ini, berarti sekolahnya telah memiliki tujuh jurusan. “Dari tujuh jurusan itu, baru jurusan industri yang melakukan kerjasama dengan perusahaan, yakni dengan PT INKA,” ungkapnya.

Kerjasama dengan PT INKA ini, masih kata dia, berhubungan dengan kompetensi keteknikan. Untuk menyiapkan tenaga guru, mulai Senin ini (9/4), dua guru SMKN Ihya’ Ulumiddin akan magang selama 40 hari di PT INKA di Madiun. “Dua guru yang magang itu untuk persiapan membuka kelas Industri Kereta Api,” jelasnya.

Gatot mengaku bangga bisa kerjasama dengan PT INKA. Apalagi, ini perusahaan besar tingkat dunia yang akan membuka pabrik baru di Bumi Blambangan, dan menjadi kebanggan bagi Pemkab Banyuwangi.

“Kami yakin bapak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga bangga dengan SMKN Ihya’ Ulumiddin yang menjalin MoU dengan PT INKA,” cetusnya.

Yang membuatnya tambah bangga, jelas dia, launching jurusan baru dan MoU dengan PT INKA ini, berbarengan dengan Milad ke-53 Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin dan wisuda santri. “Semoga ini menjadi berkah bagi kita semua,” terangnya.

Gatot menyatakan akan terus mendukung siswanya yang berkompeten, untuk menuju pekerjaan yang lebih baik. Kerjasama ini juga akan terus ditingkatkan. Pihaknya ingin ke depan ada kerjasama dengan perusahaan lain sesuai dengan kopetensi yang sudah ada. “Ini bentuk ikhtiyar mengurangi angka pengangguran di Banyuwangi,” jelasnya.

PT INKA terus mengembangkan industri kereta api di Kabupaten Banyuwangi. Perusahaan BUMN ini akan berinvestasi sebesar Rp 600 miliar dengan membuka pabrik baru di ujung timur Pulau Jawa itu. Selama ini, PT INKA menerima banyak pesanan gerbong kereta api dari berbagai negara.

“Pabrik kami di Madiun saat ini kapasitas produksinya Overload. Maka kami akan membangun pabrik baru di Banyuwangi,” ujar General Manager Human Capital PT INKA, Puguh Dwi Tjahjono.

Dengan membangun pabrik baru di Banyuwangi, terang dia, diharapkan bisa memenuhi semua pesanan gerbong kereta api baik dari berbagai negara dan domestik seperti KRL Bandara Soekarno-Hatta, LRT di Palembang untuk Asian Games, LRT Jabodetabek, dan penggantian gerbong-gerbong kereta yang sudah tua.

“Kami sangat membutuhkan tenaga kerja yang banyak, untuk mengisi tenaga kerja itu PT INKA mengadakan MoU dengan SMKN Ihya’ Ulumuddin Singojuruh ini,” ungkapnya.

Penandatanganan MoU itu dilakukan Kepala SMKN Ihya’ Ulumuddin Gatot Kurnianto dan Puguh Dwi Tjahjono dari PT INKA dengan disaksikan Pengasuh Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin. KH Fauzan, dan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Dalam kerjasama itu, PT INKA akan mendatangkan tim ahli ke SMKN Ihya’ Ulumudin untuk mencetak generasi penerus perkeretaapian.

“Pembangunan pabrik akan kita mulai 2018 ini dan sudah beroperasi pada semester II 2019. Di Pabrik itu akan dijadikan pabrik kereta berbahan dasar stainless steel dan aluminium,” jelasnya.

Pabrik itu, jelas dia, akan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja. PT INKA berharap kebutuhan tenaga kerja itu bisa dipenuhi dari sekolah yang ada di Banyuwangi, termasuk dari SMKN Ihya’ Ulumiddin. “MoU ini untuk mengisi tenaga kerja tersebut,” cetusnya.

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :