Musim Hujan, Produksi Gula Merah Menurun

0
630
Purnomo menuang air nira kelapa untuk dibuat gula merah.

ROGOJAMPI – Produksi gula merah yang banyak dilakukan warga di daerah Kecamatan Blimbingsari, kini menurun hingga 50 persen. Gara-garanya, cuaca buruk dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu perajin gula merah, Purnomo, 29, asal Desa/Kecamatan Blimbingsari, mengatakan hujan yang setiap hari turun mempengaruhi hasil produksi gula. “Turunnya drastis, bisa mencapai 50 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Sejak cuaca buruk, terang dia, sejumlah perajin gula merah banyak yang tidak berproduksi. Para penyeset air nira kelapa, kini juga banyak yang beristirahat. Saat cuaca baik, para penyeset air nira kelapa itu setiap hari bisa memanjat 45 pohon kelapa dan menghasilkan lima jeriken yang berisi 35 liter air nira.

Loading...

“Sebelumnya dapat lima jeriken, kini terus merosot hanya tiga jerigen, kadang juga tidak penuh,” katanya.

Perajin gula merah lain, Holidah, 27, asal Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, mengatakan selama dua pekan terakhir terjadi penurunan jumlah produksi gula merah. Itu akibat cuaca ekstrim dengan sering turun hujan yang cukup deras. “Hujan membuat penderes tidak bekerja,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Banyuwangi