Nelayan Diimbau tak Melaut

  • Bagikan

BANYUWANGI – Cuaca ekstrem yang melanda Bumi Blambangan tampaknya akan terus berlanjut. Angin kencang dan hujan pada malam hari dan gelombang tinggi yang terjadi enam hari terakhir diprediksi baru akan membaik awal Juni mendatang. Prakirawan di stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengatakan, cuaca ekstrem tersebut disebabkan pengaruh “angin timuran” yang bertiup dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia.

Menurutnya, kecepatan angin yang mencapai 15 knot sampai 20 knot tersebut dapat memicu gelombang tinggi di Laut Selatan Jawa dan Selat Bali. Menurut Gigik, tinggi gelombang di Laut Selatan Jawa bisa mencapai 3,5 meter. Ombak setinggi itu berpotensi membahayakan keselamatan para nelayan. “Karena itu, kami mengimbau para nelayan waspada. Dalam beberapa hari ke depan, sebaiknya nelayan tidak melaut,” serunya kemarin (28/5).

Lanjut Gigik, ketinggian gelombang di Selat Bali maksimal mencapai dua meter. Oleh karena itu, dia mengimbau petugas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selalu waspada. “Berdasar pengamatan kami, ketinggian gelombang akan menurun awal Juni mendatang,” ujarnya. Dia menambahkan, hujan yang turun di malam hari masih berpeluang terjadi di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

“Jika pagi sampai siang matahari bersinar terik, dan tiba-tiba langit ditutup awan cumulonimbus (mendung pekat), maka masyarakat harus waspada hadirnya angin kencang. Pohon-pohon tinggi yang batang atau akarnya diperkirakan tidak kuat menahan terpaan angin, khususnya pohon yang tumbuh di areal permukiman dan tepi jalan raya, sebaiknya ditebang. Tujuannya, tentu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (radar)

Baca :
Ada Bekas Jeratan, Mayat yang Ditemukan di Kebun Tebu Banyuwangi Korban Pembunuhan
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: