Ngotot ke Bali meski Tangan dan Kaki Terluka

0
420
LUKA: Polisi melihat kondisi Belinda Friska di RSUD Blambangan.
LUKA: Polisi melihat kondisi Belinda Friska di RSUD Blambangan.
LUKA: Polisi melihat kondisi Belinda Friska di RSUD Blambangan.

Tabrakan bus Trans Utama dan bus Ardiansyah di jalan raya Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, ternyata tidak membuat para penumpang trauma. Meski sakit, para siswa SMA Mino Warga, Palembang, Sumatera Selatan, itu tetap akan melanjutkan perjalanan ke Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BELINDA Priska berbaring dengan sesekali menahan rasa sakit di ruang UGD RSUD Blambangan. Ta ngan kanannya terus mengutak-atik Blackberry. Dengan ponsel yang digenggamnya itu, sesekali dia menghubungi seseorang yang kemungkinan orang tua atau keluarganya. Saat berkomunikasi dengan ponsel itu, Belinda yang mulanya ceria mendadak matanya memerah. Tidak lama, butiran air mata mengalir dari dua kelopak matanya.

Sambil mengusap butiran yang telah membasahi pipinya, bicaranya tersendat. Remaja dengan rambut sebahu itu ber gegas beranjak dan duduk saat petugas medis menghampirinya. Sambil membersihkan air matanya yang masih menempel di pipi, siswi kelas IX SMA Mino Warga, Palembang, itu mencoba tersenyum ke pada perawat. “Saya baik, kok,” katanya seraya senyum.

Tidak lama, Belinda bergegas turun dari tempat perawatan dan berjalan me nemui dua temannya yang se dang duduk di depan UGD. “Saat ta brakan itu kami semua sedang ti dur, jadi tidak tahu waktu persis ke jadiannya,” ujarnya diiyakan oleh dua temannya. Belinda bersama dua temannya menyebut, mengetahui bus yang ditumpangi mengalami tabrakan saat terbangun Saat itu, posisi mereka sudah terjatuh dari tempat duduk.

Bersamaan dengan itu, penumpang yang berjumlah 45 orang di dalam bus itu juga terbangun. “Saya bangun sudah sakit semua rasanya,” cetusnya. Sambil memandangi dua temannya, Belinda mengisahkan suasana dalam bus saat tabrakan. Hampir semua teman di dalam bus menjerit dan menangis saat terbangun. Apalagi, saat melihat bagian depan bus yang sudah hancur. “Yang banyak terluka kebetulan duduknya di depan,” katanya sambil menyebut duduknya pada kursi nomor lima dari depan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last