Ninik dan BPOM Edukasi Warga Banyuwangi Mengenai Bahaya Kosmetik Palsu

0
972
Kepala BPOM Surabaya, Hardaningsih (kiri), Anggota DPR RI Ninik dan petugas Dinkes Banyuwangi. (Foto: TIMES Indonesia)

BANYUWANGI – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Nihayatul Wafiroh bersama Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menggelar acara Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) keamanan produk kosmetik kepada warga Banyuwangi, Selasa (8/8/2017).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ratusan warga berkumpul di Gedung KORPPI dan mendapat tips memeriksa label produk kosmetik dan obat termasuk jamu. Seperti memeriksa nama produk, nomor izin edar, komposisi yang tak boleh mangandung merkuri, informasi produsen, dan tanggal kadaluarsa pada produk kosmetik yang mengandung banyak cairan.

Kepada TIMES Indonesia, Ninik sapaan Nihayatul Wafiroh, mengatakan bahwa kegiatan itu sebagai sebagai fungsinya membantu pemerintah melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Loading...

“Tidak hanya pemerintah yang harus menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar menghindari makanan, obat dan kosmetik yang berbahaya. Tapi kita sendiri, masyarakat harus ikut serta mengedukasi diri sendiri dan yang lain,” kata Ninik.

“Kita harus tahu apa yang akan kita makan, apa yang akan kita pakai, dan apa yang melekat di tubuh kita,” sambung Ninik.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last