NU Usulkan Jalan Utama di Banyuwangi Gunakan Nama Kiai-Kia Pejuang

0
123


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi mengusulkan nama-nama kiai yang memiliki andil besar dalam perjuangan bangsa untuk dijadikan nama-nama jalan utama di Banyuwangi. Usulan ini adalah hasil diskusi Pra Konferensi Cabang (Konfercab) di kantor Sekretariat PCNU Banyuwangi, Rabu (11/4/2018) kemarin.

“Kami akan sampaikan hasil diskusi ini pada komisi rekomendasi saat Konfercab besok, sehingga pengurus NU yang terpilih bisa menindaklanjuti usulan ini kepada pihak yang berwenang,” ucap Sekretaris Panitia Konfercab NU Banyuwangi, Muhammad Nasih, Kamis (12/4/2018).

Nasih menuturkan, usulan tersebut berkaitan erat dengan tema yang diusung dalam konfercab yang bakal digelar 21-22 April mendatang. Yakni memperteguh Islam Nusantara.

“Memperkenalkan sosok para kiai sepuh pendahulu ini, juga bagian dari memperteguh Islam Nusantara itu sendiri,” ungkap pria yang juga Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi itu.

Pemberian nama jalan yang merujuk kepada nama kiai dinilai menjadi hal yang penting dalam memperkuat karakter generasi muda. Keteladan perjuangan para kiai, akan menjadi contoh yang tepat bagi generasi penerus tersebut.

“Dengan perantara nama jalan, orang akan tahu pada sosok sang kiai. Setelah tahu, mereka akan mencari tahu, siapa sosok kiai tersebut. Di sinilah pintu masuk untuk mengenalkan bagaimana keteladanan dan perjuangannya,” imbuh Rizal Mumaziq Zionis, pengurus LTN NU Jawa Timur.

Selama ini, lanjut penulis buku Surabaya: Kota Pahlawan Santri tersebut, tak banyak daerah yang menonjolkan peran kiai lokal. Terutama dalam sisi perjuangan.

“Kiai Saleh Lateng dari Banyuwangi, misalnya, beliau seorang kiai yang turut serta berjuang bagi bangsa ini. Tapi, apa ada jalan utama di Banyuwangi yang menggunakan nama beliau?,” katanya.

Selain itu, Rizal juga berpesan, tidak hanya berhenti pada pemberian nama jalan. Tapi, juga diperkuat dengan narasi yang menceritakan tentang keteladanan dan kiprah perjuangan para kiai tersebut.

“Yang tak kalah pentingnya adalah memperbanyak narasi yang menceritakan perjuangan para kiai itu,” tegasnya.

Rizal juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Komunitas Pegon dalam melakukan dokumentasi, penelitian dan publikasi terhadap khazanah para kiai NU di Banyuwangi.

“Apa yang dilakukan oleh Komunitas Pegon ini, sangat penting. Ini perlu mendapat support dari semua pihak,” ucapnya.

Loading...

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

KAYU MERANTE-KAMPER-BORNEO-DLL.ASAL SUMATRA" "UKURAN KAYU BORNEO" 1).. KAYU BORNEO RENG RENG: 3 x 4 x 400 cm = Rp. 2.000.000…
07/11/2018
JAKARTA